ITB Tetap Peringkat Pertama di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (20/7), melakukan penyambutan kehadiran empat orang anggota Pramuka Perancis di Lapangan Rektorat Kampus IPB Darmaga Bogor. dok/itb.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (20/7), melakukan penyambutan kehadiran empat orang anggota Pramuka Perancis di Lapangan Rektorat Kampus IPB Darmaga Bogor. dok/itb.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Institut Teknologi Bandung (ITB) mempertahankan posisinya sebagai perguruan tinggi peringkat pertama di Indonesia dengan skor 3,78 atau naik 0,04 poin dibandingkan skornya tahun 2015.

    "Tahun ini peringkat perguruan tinggi tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaannya hanya nilainya naik," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2016.

    Nasir mengumumkan 12 perguruan tinggi yang menduduki peringkat atas di Indonesia, meliputi ITB, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, dan Universitas Sebelas Maret.

    Universitas Indonesia naik ke peringkat tiga dari posisinya di peringkat empat tahun lalu.

    "Untuk Sumatera sudah ada perwakilannya, yakni Universitas Andalas yang meraih peringkat 11 dengan skor 2,88," katanya.

    Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo mengatakan indikator pemeringkatan perguruan tinggi meliputi kualitas dosen, kecukupan dosen, kualitas manajemen, kualitas kegiatan kemahasiswaan, dan kualitas kegiatan penelitian.

    "Jumlah perguruan tinggi yang masuk pada kelompok satu pada tahun ini sebanyak 12 perguruan tinggi atau tambah satu perguruan tinggi dibandingkan tahun lalu," kata Patdono.

    Sedangkan di kelompok dua ada 82 perguruan tinggi, kelompok tiga meliputi 646 perguruan tinggi, kelompok empat terdiri atas 2.257 perguruan tinggi, dan di kelompok lima ada 247 perguruan tinggi.

    Perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan, menurut Patdono, hanya perguruan tinggi di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

    Patdono berharap pemeringkatan dapat mendorong perguruan-perguruan tinggi meningkatkan kinerjanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.