Pidato di Upacara Kemerdekaan, Risma: Terima Kasih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama pegawai Pemerintah Kota Surabaya yang telah bekerja nyata dalam melayani warga.

    Risma meminta para pegawainya bersikap jujur dan tegas serta bersedia mendengar aspirasi masyarakat. “Ingatlah bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan,” kata Risma saat menjadi inspektur upacara HUT kemerdekaan RI ke-71 di Balai Kota Surabaya, Rabu, 17 Agustus 2016.
     
    Risma berujar, kemerdekaan tidak sekadar hilangnya penjajahan dari bumi Indonesia, tapi juga tercapainya kesejahteraan lahir-batin. “Untuk mencapai itu, kita harus bekerja keras serta cerdas agar tidak mengalami penjajahan model baru berupa kemiskinan dan kebodohan,” ucapnya.

    Risma juga berpesan kepada anak-anak Surabaya agar selalu menjadi pemenang melalui proses pendidikan formal dan nonformal. Pendidikan, tutur dia, tak ubahnya jembatan emas dalam peningkatan kualitas dan daya saing. "Anak-anak harus bekerja keras dan disiplin. Teruslah menjadi anak Indonesia yang tidak kehilangan jati diri," katanya.

    Agar menjadi bangsa pemenang dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ucap Risma, warga Surabaya harus selalu mengembangkan semangat gotong-royong dan mensinergikan kekuatan bangsa. Dimulai dari diri sendiri, semua elemen bangsa harus mengupayakan yang terbaik sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. “Semangat rawe-rawe rantas malang-malang putung masih relevan,” ujarnya.

    Risma menyerahkan penghargaan Satya Lancana Karya Satya atas darma bakti pegawai negeri sipil yang telah bekerja penuh kesetiaan dan disiplin selama 30 tahun. Penghargaan tersebut secara simbolis diberikan kepada Yamirah, guru Sekolah Dasar Negeri Baratajaya, dan Wahyuningsih, guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Surabaya.

    Satya Lancana Karya Satya 20 tahun diberikan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya Irvan Widyanto dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Sugeng Wibowo.

    Adapun Satya Lancana Karya Satya sepuluh tahun diberikan kepada Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya Joko Supriyanto dan Kepala Seksi Asuhan Profesi dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah dr Mohamad Soewandhi, Kota Surabaya, Wiwik Sri Lestari.

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.