HUT Kemerdekaan RI, Menteri Yasonna: Penghuni Penjara Melonjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersilaturahmi dengan keluarga besar karyawan di gedung Kemenkumham, Rasuna Said, Jakarta, 6 Juli 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersilaturahmi dengan keluarga besar karyawan di gedung Kemenkumham, Rasuna Said, Jakarta, 6 Juli 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan jumlah tahanan dan narapidana di lembaga pemasyarakatan seluruh Indonesia melonjak tinggi. Menurut dia, hingga 11 Agustus 2016, tercatat ada 199.390 napi dan tahanan di penjara.

    "Bayangkan, beberapa bulan lalu, kami bilang ada 170 ribu tahanan dan napi. Dua bulan kemudian menjadi 180 ribu. Sekarang sudah segini (199.390)," kata Yasonna setelah memimpin upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-71 di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kuningan, Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2016.

    Dari jumlah tersebut, ucap Yasonna, lebih dari 82 ribu napi mendapat remisi. Dia memaklumi banyaknya masalah hukum di Indonesia, yang berpenduduk 250 juta jiwa. "Sekarang persoalan yang ada kita perbaiki. Masalah pasti ada. Negara-negara lain di dunia juga punya masalah lebih dari kita."

    Sebelumnya, Yasonna berujar, mulai Januari 2016, jumlah napi terus bertambah. Hal ini akibat Operasi Bersinar memberantas narkoba. Setiap bulan, jumlah tahanan bertambah hampir 2.000.

    Saat ini perbandingan antara sipir dan tahanan tidak ideal, dari seharusnya satu banding 20 menjadi satu banding 60. "Di beberapa tempat, satu banding seratus. Ini kebangetan," tutur Yasonna.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penerima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama dan Kedua serta Jumlah Kasus Wabah Corona

    Presiden Jokowi menerima suntikan vaksin Covid-19 tahap kedua, 27 Januari 2021. Pada hari yang sama, wabah virus corona melebihi satu juta kasus.