Harapan Para Veteran kepada Risma di HUT Kemerdekaan RI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Balai Kota Surabaya, Selasa malam, 16 Agustus 2016. Pada tasyakuran itu, Risma mengundang puluhan veteran, pelajar Surabaya, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kota Surabaya. Dalam acara yang dikonsep lesehan itu disediakan tumpeng sebanyak 71 buah, yang terdiri atas tumpeng besar satu dan 70 tumpeng lainnya berukuran kecil.

    Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Surabaya Hartoyik dalam sambutannya menceritakan berbagai perjuangan arek Surabaya saat masa perjuangan. Semangat perjuangan dengan bambu runcing juga dikupas panjang lebar, termasuk sejarah Kota Surabaya dinobatkan sebagai Kota Pahlawan. "Semuanya tertumpu di Surabaya, sehingga tugu pahlawan dan gelar Kota Pahlawan juga berada di Surabaya," kata Hartoyik yang disambut tepuk tangan tamu dan undangan.

    Menurut Hartoyik, perjuangan Wali Kota Risma saat ini berbeda dengan masa perjuangan. Alhasil, Risma saat ini bukan hanya milik warga Surabaya, tapi juga milik warga dunia. “Itu terbukti dengan adanya acara Prepcom 3 UN Habitat yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu,” tuturnya. Meski begitu, Hartoyik berharap Risma tidak meninggalkan Surabaya. Bahkan, ia meminta Risma terus berjuang di Surabaya hingga akhir masa jabatannya. “Saya berharap Bu Risma tidak tinggalkan Surabaya,” ujarnya.

    Menjelang acara selesai, Risma berpesan kepada para veteran supaya tidak naik sepeda motor pada saat mengikuti upacara HUT RI ke-71 di Balai Kota Surabaya pada Rabu, 17 Agustus 2016. Sebabnya, menurut Risma, Pemerintah Kota Surabaya sudah menyediakan kendaraan untuk antarjemput para veteran itu. "Besok jangan naik sepeda motor, kami sudah siapkan mobil untuk antar jemput," kata Risma kepada para veteran yang duduk di barisan paling depan.

    Pesan itu, kata Risma, sangat penting disampaikan karena tahun lalu ada salah seorang veteran yang naik sepeda motor dari Mojokerjo ke Balai Kota Surabaya untuk mengikuti upacara Kemerdekaan. Veteran itu akhirnya diantarkan dengan mobil, dan sepeda motornya juga diangkut mobil. “Besok tidak usah naik motor, kami jemput semuanya, tadi ke sini dijemput, to?” ujar Risma yang diamini oleh para veteran.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.