Berinovasi untuk Kemenangan Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Medical tourism

    Medical tourism "green hospital" terbaik dan menjadi tuan rumah sport tourism Motocross dunia MXGP adalah program besar ikonik yang sedang disiapkan di Pangkalpinang

    INFO NASIONAL - Nama Pangkalpinang tidak bisa dilepaskan dari sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sejatinya pernah menjadi pusat pemerintahan pada zaman perjuangan melawan kolonialisme. Dalam sebuah pidato perpisahan dengan rakyat Pangkalpinang pada 6 Juli 1949 sebelum bertolak ke Yogyakarta, Presiden RI pertama Sukarno menyebut dengan jelas Pangkalpinang sebagai kota perjuangan. “Dari Pangkalpinang, pangkal kemenangan bagi perjuangan,” seru Bung Karno.

    Bung Karno tidak asal bicara saat menyampaikan pidato tersebut. Faktanya, dalam beberapa kali perundingan di Pangkalpinang, lahir Perjanjian Roem-Royen atau Roem-Royen Statement pada 7 Mei 1949. Salah satu isi terpenting adalah pemerintah Belanda menyetujui kembalinya Pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.

    Perjuangan diplomasi dan fisik tersebut berakhir di Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada 27 Desember 1949. Saat itu pemerintah Belanda menandatangani pengakuan kedaulatan Republik Indonesia. Sebagai rasa syukur rakyat Bangka, dibangun Tugu Merdeka di areal Tamansari (Wilhelmina Park), bersebelahan dengan Rumah Residen (Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang), dengan prasasti bertuliskan, “Surat kuasa kembalinya Republik Indonesia ke Yogyakarta, diserahkan oleh Ir. Soekarno kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Media Juni 1949”.

    Pasca-kemerdekaan, Pangkalpinang tumbuh pesat. Kini perekonomian warga digerakkan dengan basis pariwisata setelah sebelumnya kehidupan penduduk Kota Pangkalpinang dan enam kabupaten lain bertumpu pada ekspor sumber daya alam timah.  Strategi ekonomi berbasis pariwisata tidak lepas dari kecerdasan Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah untuk meningkatkan perekonomian warga. Spirit membangun kota juga ditunjukkan warga. “Ajaran Bung Karno, memeras lima menjadi tiga dan tiga menjadi satu, yaitu gotong royong, menjadi kunci spirit Kota Pangkalpinang,” ujar wali kota termuda saat dilantik  14 November 2013 di usia 30 tahun.

    Dua program besar ikonik yang kini menjadi perbincangan di Kepulauan Bangka Belitung adalah mewujudkan medical tourism “green hospital” terbaik di Indonesia yang mampu bersaing dengan Singapura dan Malaysia. Selain itu, menjadi tuan rumah motocross dunia, ajang sport tourism Motocross MXGP dari 2017, 2018 dan 2019.

    Wali Kota Irwansyah optimistis RSUD Depati Hamzah, yang memiliki konsep green hospital, siap bersaing dengan sejumlah rumah sakit di Singapura dan Penang, Malaysia yang dikenal sebagai kota rujukan berobat. “Mungkin saat ini rumah sakit di Pangkalpinang biasa saja. Namun, dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, bisa menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia,” katanya sambil menyebutkan biaya renovasi sebesar Rp 200 miliar.

    Kota Pangkalpinang jpun ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Motocross MXGP selama tiga tahun berturut-turut bukan tanpa alasan. Vice President Youthstream (promotor MXGP) Luigi Zompetti, saat mengunjungi Pangkalpinang, menyebut ibu kota Negeri Laskar Pelangi ini sebagai “calon sirkuit terindah dengan panorama pantai”.

    Kesepakatan tercapai dan pihak Youthstream pun langsung menawari penandatanganan kerja sama. Pemerintah Kota Pangkalpinang pun segera berbenah. Tiga lokasi disiapkan untuk dijadikan venue: dua di antaranya berada di kawasan pantai dan satu venue lain terletak di areal bekas penambangan timah yang direvitalisasi. Pengerjaannya diprediksi memakan waktu 3-4 bulan.

    Ajang tersebut akan diikuti crosser kelas dunia dan diliput oleh 120 jurnalis internasional yang akan berada di Pangkalpinang dan Babel selama satu minggu. “Tentu efeknya luar biasa dan kami akan terus menggenjot sektor pariwisata, sehingga ke depan akan menjadi salah satu kekuatan utama dari perekonomian Pangkalpinang,” ujar Irwansyah yang bermimpi Pangkalpinang bisa seperti Qatar, yang namanya lebih mencuat di mata internasional sejak menggelar balapan kelas dunia, MotoGP, pada 2004. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.