Diisukan Jadi WN Amerika, Ini Jawaban Menteri Rini Soemarno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Oktober 2015. Dalam rapat ini Komisi VI bersama Kementerian BUMN telah menyepakati Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada perusahaan BUMN sebanyak Rp 34,318 Triliun. Jumlah tersebut meningkat dari usulan Pemerintah sebelum kesepakatan sebesar Rp 3 Triliun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Oktober 2015. Dalam rapat ini Komisi VI bersama Kementerian BUMN telah menyepakati Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada perusahaan BUMN sebanyak Rp 34,318 Triliun. Jumlah tersebut meningkat dari usulan Pemerintah sebelum kesepakatan sebesar Rp 3 Triliun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Skandal kewarganegaraan ganda yang membuat Presiden Joko Widodo memberhentikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, rupanya merembet ke mana-mana. Isu serupa kini menerpa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

    Terkait dengan hal ini, Rini secara tegas membantah kabar spekulasi yang beredar di media sosial itu. Rini mengatakan dia memang lahir di Amerika Serikat, "Tapi itu kan bukan berarti punya warga negara gitu lho," tuturnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2016.

    Lahir di Maryland, Amerika Serikat, pada 9 Juni 1958, Rini dikabarkan memiliki dua kewarganegaraan. Pasalnya, Amerika menganut paham ius soli, yaitu kewarganegaraan ditentukan berdasarkan tempat kelahiran.

    Menurut Rini, orang asing yang lahir di Amerika bisa menjadi warga Amerika Serikat bila memilih untuk meneruskannya. Namun, kalau yang dipilih sebaliknya, ucapnya, status kewarganegaraan itu gugur dengan sendirinya.

    Isu kewarganegaraan ganda ini santer disuarakan di media sosial setelah Arcandra Tahar, mantan Menteri ESDM, dicopot Presiden hanya 20 hari setelah dilantik. Arcandra  diberhentikan secara hormat dari jabatannya pada Senin, 15 Agustus 2016, gara-gara sudah menjadi warga negara Amerika meski masih memiliki paspor Indonesia. Posisi Menteri ESDM untuk sementara diisi oleh Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan sebagai pelaksana tugas.

    VINDRY FLORENTIN | ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.