Jadi Plt Menteri ESDM, Luhut Temui Arcandra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan usai acara serah terima jabatan Menko Maritim dan Sumber Daya di Gedung BPPT, Jakarta, 28 Juli 2016. Luhut Binsar Panjdaitan yang semula menjabat sebagai Menko Polhukam menggantikan jabatan Menko Maritim Rizal Ramli dari hasil Reshuffle Kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. TEMPO/Frannoto

    Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan usai acara serah terima jabatan Menko Maritim dan Sumber Daya di Gedung BPPT, Jakarta, 28 Juli 2016. Luhut Binsar Panjdaitan yang semula menjabat sebagai Menko Polhukam menggantikan jabatan Menko Maritim Rizal Ramli dari hasil Reshuffle Kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan bertemu dengan Arcandra Tahar siang ini. Luhut mengatakan perlu menemui Arcandra setelah ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

    "Saya mau ketemu sekarang ini," kata Luhut Binsar saat ditemui dalam acara sidang tahunan MPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2016.

    Luhut mengatakan akan mengkaji semua program-program yang dicanangkan Arcandra. Dia memberikan sinyal akan meneruskan program yang dicanangkan Arcandra yang hanya menjabat 20 hari sebagai Menteri ESDM. "Karena bagus kebijakan Arcandra, kebijakan pro republik," kata Luhut.

    Menurut Luhut, Arcandra memiliki program yang bisa menurunkan cost pengembangan Blok Masela, dari US$ 22 miliar ke US$ 15 miliar. Lalu, juga ada IDD Laut Dalam dari US$ 12 miliar ke US$ 6,5-7 miliar. "Program lain seperti listrik, Mahakan, Freeport, semua jalan tak ada masalah."

    Mengenai calon definitif Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pengganti Arcandra, Luhut menjawab hal itu sebaiknya ditanyakan ke Presiden Joko Widodo. Dia mengaku tidak tahu apakah sudah ada usulan nama. "Saya tak tahu, tanya Presiden."

    Arcandra Tahar resmi diberhentikan Presiden Joko Widodo pada Senin malam, 15 Agustus 3026. Arcandra masuk jajaran Kabinet Kerja menggantikan Sudirman Said sejak 26 Juli 2016. Pencopotan Arcandra dilakukan setelah polemik status kewarganegaraan. Arcandra memiliki paspor Amerika Serikat sehingga secara otomatis menggugurkan status WNI.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.