Eskavasi Candi di Lumajang, Arkeolog Temukan Relief Gajah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, melakukan ekskavasi atau penggalian dan penelitian situs diduga kanal atau saluran air, zaman Majapahit di Dusun Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

    Tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, melakukan ekskavasi atau penggalian dan penelitian situs diduga kanal atau saluran air, zaman Majapahit di Dusun Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Lumajang - Tim Balai Arkeologi Yogyakarta dan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto Wilayah Kerja Jawa Timur menemukan sebuah potongan relief gajah dalam eskavasi situs bersejarah candi kuna di Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Senin, 15 Agustus 2016.

    Eskavasi  sejak lima hari lalu itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang sama pada 2015. Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, Hery Priswanto  mengatakan eskavasi bertujuan mencari data dan komponen lain dari reruntuhan Candi Kedungsari. "Apakah dijumpai bangunan candi yang lain atau komponen pagar," katanya.

    Pada 2015, kata dia, pihaknya sudah membuka 10 kotak penggalian. Tahun ini penggalian dilanjutkan hingga enam kotak. "Kami belum  menjumpai data komponen pagar  candi, ada keterbatasan waktu serta status tanah yang masih belum menjadi milik pemerintah," katanya.

    Namun, pihaknya menemukan relief gajah di sisi selatan bangunan Candi Kedungsari. "Relief gajah itu menjadi salah satu indikator adanya pintu masuk candi. Biasanya relief gajah itu kanan dan kiri, namun yang kami jumpai hanya sebelah kiri," ujar Heri.

    Dia menduga di dalam Candi Kendungsari terdapat bilik candi atau ruangan khusus. Sebab, dari hasil penggalian juga ditemukan indikasi baru berupa pondasi.  "Artinya dulunya ada komponen tubuh dan atap, komponen tubuh ditunjukkan data artefaktual berupa antefik sudut serta beberapa bata berhias," ujarnya.

    Ihwal relief gajah, Heri mengatakan relief serupa juga ditemukan di banyak candi era mataram kuna di Jawa Tengah. "Bentuk reliefnya sama walaupun berbeda penggambarannya. Yang kami temukan di Lumajang lebih natural," kata dia. 

    Dia menuturkan posisi gajah dalam relief itu merunduk. Ukurannya panjang 22 sentimeter dan hampir persegi. Menurut naskah kuno yang pernah dia pelajari, kata Heri, Raja Majapahit Hayam Wuruk pernah melakukan perjalanan ke beberapa lokasi di Jawa Timur, salah satunya Kunir.

    "Apakah ini salah satu candi yang pernah dikunjungi Hayam Wuruk, masih belum diketahui. Karena di Kedungmoro ini ada dua candi yakni Candi Kedungmoro dan Candi Kedungsari," ujar dia.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.