Kala Tito Karnavian Berpuisi 'Diponegoro' Chairil Anwar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Sastro bersiap membaca puisi dalam acara #17anTempo yang bertema Merayakan Chairil Anwar, di gedung Tempo, Jakarta, Senin 15 Agustus 2016

    Dian Sastro bersiap membaca puisi dalam acara #17anTempo yang bertema Merayakan Chairil Anwar, di gedung Tempo, Jakarta, Senin 15 Agustus 2016

    TEMPO.CO, Jakarta - Acara Teras Budaya Tempo bertajuk "Merayakan Chairil Anwar" digelar malam ini, Senin, 15 Agustus 2016. Dalam acara yang digelar di gedung Tempo ini, para pesohor didapuk membacakan beberapa puisi milik Chairil, di antaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Tito membawakan sajak Chairil yang berjudul Diponegoro. Pada awal penampilannya, Tito berteriak, "Merdeka!" Dia pun melanjutkan, "Pedang di kanan, keris di kiri. Berselempang semangat yang tak pernah mati. Maju, serbu, serang, teriak!" katanya disambut dengan tepuk tangan penonton.

    Setelah Tito, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said pun didapuk membacakan sajak Chairil yang berjudul Kepada Kawan. Sebelum membacakan sajak Chairil tersebut, Sudirman berkelakar, "Saya terakhir baca puisi saat SMP kelas III, saat ujian kesenian," ujarnya sembari tertawa.

    Malam ini, acara Teras Budaya Tempo digelar. Acara bertajuk "Merayakan Chairil Anwar" ini dibuka dengan ceramah dari Goenawan Mohamad. Adapun sejumlah pesohor lain yang akan tampil membacakan puisi Chairil adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani serta artis seperti Sophia Latjuba dan Reza Rahadian.

    Selain itu, ada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Bupati Karawang Cellica Nurachadiana dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



    Baca Juga
    Dino Patti: Copot Status WN Amerika Tak Semudah Masuk Hotel
    Mertua Arcandra: Setahu Saya Hanya Paspor Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.