Orang Tua Cari Anaknya yang Diduga Bergabung dengan ISIS ke Pakistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Airlangga. TEMPO/Sunudyantoro

    Universitas Airlangga. TEMPO/Sunudyantoro

    TEMPO.CO, Trenggalek - Orang tua Zefrizal, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, yang diduga bergabung dengan kelompok teroris ISIS, akan mencari jejak putranya ke Pakistan. Ayah Zefrizal, Radan, mengeluhkan berbagai pemberitaan soal anak bungsunya yang dinilai menyudutkan.

    Akibat pemberitaan tersebut, Radan dan istrinya merasa terkucil. "Tetangga kanan-kiri dan teman sekolah semua menggunjing," ujar Radan kepada Tempo di Kelurahan Karangsuko, Kecamatan Kota, Kabupaten Trenggalek, Senin, 15 Agustus 2016.

    Meski tak tahu pasti keberadaan putranya, Radan yakin, Zefrizal tak terlibat gerakan teroris. Dengan kecerdasan dan ilmu agama yang dimiliki sejak kecil, guru matematika di salah satu sekolah menengah pertama negeri Trenggalek itu yakin anaknya tak mudah terpengaruh. Apalagi perilaku dan pemikiran Zefrizal sejak kecil sama sekali tak menunjukkan sikap radikalisme.

    Karena itu, ketika Rektor Unair M. Nasih mengatakan bersyukur Zefrizal sudah keluar dari kampusnya, Radan geram. Dia menyesalkan pernyataan itu karena telah menghakimi Zefrizal, yang belum jelas keterlibatannya dalam kelompok radikal tersebut. "Kurang pantas rektor menuduh seperti itu," ucapnya.

    Soal keberadaan anaknya, Radan yakin, Zefrizal masih di Pakistan, tempat keluarga menantunya berasal. Sebab, ketika pamit pergi beberapa bulan lalu, kata Radan, Zefrizal menyampaikan seperti itu. "Saya yakin dia masih di Pakistan, tempat keluarga istrinya," tuturnya.

    Radan bermaksud melacak keberadaan putranya di Pakistan seusai ibadah haji tahun depan. Dia berharap, Zefrizal berada dalam keadaan baik bersama keluarga istrinya. "Saya akan cari sendiri ke sana setelah haji," kata Radan.

    Ketua RT 22 RW 05 Kelurahan Karangsuko, Kecamatan Kota, Trenggalek, Paidi, mengaku tak tahu soal informasi yang berkaitan dengan Zefrizal. Menurut dia, sejak ramai diberitakan hal itu, kedua orang tua Zefrizal jarang ke luar rumah. "Pak Radan terlihat syok," tutur Paidi.

    Selama ini warga di sekitarnya nyaris tak pernah melihat Zefrizal di kampung. Sehari-hari remaja itu sangat tertutup dan tak memiliki teman main di desanya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.