WNI Jadi Sandera, Kivlan Zen: Abu Sayyaf Sudah Terkepung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Komando  Cadangan Strategis Angkatan Darat  Mayor Jenderal  Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat, Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen, mengatakan tak ada tenggat waktu penyerahan tebusan untuk para sandera warga negara Indonesia. Menurut Kivlan, yang ikut dalam tim negosiasi, kelompok penyandera Abu Sayyaf saat ini sudah terdesak.

    "Tak ada deadline. Ini kan bukan negosiasi dengan (uang) tebusan, tapi dengan diplomasi dan tekanan serangan," ujar Kivlan lewat pesan pendek kepada Tempo, Senin, 15 Agustus 2016.

    Kivlan mengaku ikut bersama tim negosiasi pembebasan, bekerja sama dengan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) di Filipina. Namun, hingga kini, dia belum menyebut pihak mana di antara pemerintah Indonesia dan Filipina yang mengkoordinasi tim negosiasi tersebut.

    Dia mengatakan kelompok penyanderaan yang diyakini sebagai Abu Sayyaf sudah terkepung sejak bentrok terjadi di Pulau Jolo, perairan Sulu, beberapa waktu lalu. Dalam bentrok tersebut, sejumlah milisi Abu Sayyaf tewas. Salah satunya Jennor Lahab alias Jim “Dragon”, yang terlibat penculikan sepuluh WNI pada Maret 2016.

    "Gembong penculiknya, tokoh yang ditakuti, sudah ditembak mati bersama asistennya," ujar Kivlan.

    Kelompok MNLF bersama tim negosiasi tersebut, menurut dia, berhasil membuat 32 orang penyandera menyerahkan diri. "Speedboat, mobil, dan motor penculik sudah dirampas," ucap Kivlan.

    Kematian Lahab dibenarkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat ditanya Tempo di kantornya, Kamis lalu. “Informasi terakhir, iya itu Dragon yang dulu juga sempat mengeksekusi warga Kanada."

    Dalam kontak senjata tersebut, tim MNLF dipimpin oleh Nur Misuari, tokoh yang berperan dalam pembebasan WNI pada kasus sebelumnya. Kivlan dikenal dekat dengan Misuari karena pernah bekerja sama. Keduanya terlibat operasi pembebasan sandera WNI.

    Tim yang disebut Kivlan saat ini berupaya membebaskan tujuh WNI awak kapal tunda Charles 001 milik perusahaan asal Samarinda. Masih ada kasus lain yang terjadi pada Juli 2016, yang menimpa tiga WNI asal Nusa Tenggara Timur. Mereka bekerja di kapal ikan berbendera Malaysia.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.