Mengawal Proses Penyusunan Haluan Negara

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semua pihak, termasuk akademikus, diharapkan ikut mengawal proses penyusunan haluan negara.

    Semua pihak, termasuk akademikus, diharapkan ikut mengawal proses penyusunan haluan negara.

    INFO MPR - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berharap semua pihak, termasuk akademikus, ikut mengawal proses penyusunan haluan negara. Sehingga dapat menampung aspirasi semua pihak untuk kepentingan bersama di kemudian hari.

    Hal ini diungkapkan Zulkifli saat menerima kedatangan Aliansi Kebangsaan beserta Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di ruang kerjanya. Dalam pertemuan ini, para akademikus dari sejumlah universitas terkemuka menyerahkan berkas pokok pikiran mengenai haluan negara.

    Pertemuan digelar di ruang kerja Pimpinan MPR Gedung Nusantara III Lantai 9 Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 15 Agustus 2016. Aliansi Kebangsaan dipimpin Pontjo Sutowo didampingi Ketua Forum Rektor Indonesia Rochmat Wahab, Dawam Rahardjo, Yudi Latif, dan beberapa rektor. Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli juga didampingi Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta dan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono, serta Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono.

    Pada kesempatan itu, Pontjo Sutowo menegaskan, Indonesia memerlukan haluan negara yang jelas dalam melakukan pembangunan berkelanjutan jangka panjang. Para akademikus menilai, tidak sedikit visi pemerintah pusat dan daerah yang tidak saling bersinergi. Tak ayal, pembangunan menjadi tidak merata, dan daerah sering tertinggal. “Kita lepas dari haluan negara. Sehingga visi kita belum jelas dan kita belum tahu 10 tahun mendatang akan jadi seperti apa,” ujar Pontjo, yang juga Ketua Umum FKPPI.

    Sementara itu, Ketua FRI Rochmat Wahab menilai, landasan ekonomi saat ini tidak lagi menerapkan ekonomi Pancasila, sehingga program tidak berkesinambungan. “Ekonomi Pancasila hilang sejak tidak jadi haluan, sehingga pembangunan itu tidak ada pegangan. Ekonomi Pancasila itu contohnya keseimbangan antara pusat dan daerah. Sekarang tidak ada keseimbangan itu, semua digeneralisasi oleh pusat,” ucapnya.

    Zulkifli menyampaikan, di MPR sudah disepakati haluan negara dan sekarang sedang dirumuskan seperti apa. Karena itu, sumbangan ide dari forum rektor diterima dengan baik. “Saya kira ini bisa jadi landasan utama dan sumber MPR,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.