Ditanya Soal Kewarganegaraan Arcandra, Wiranto: Nanti Dulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Hanura Wiranto memberikan keterangan pada media setelah memutuskan non aktif sebagai ketua umum di DPP Hanura, Jakarta, 29 Juli 2016. TEMPO/Ahmad Faiz.

    Ketua Umum Partai Hanura Wiranto memberikan keterangan pada media setelah memutuskan non aktif sebagai ketua umum di DPP Hanura, Jakarta, 29 Juli 2016. TEMPO/Ahmad Faiz.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menunda memberi informasi mengenai isi pertemuan singkatnya dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar. Pertemuan itu berlangsung selama sekitar 15 menit di kantor Wiranto, Senin pagi, 15 Agustus 2016.

    "Itu nanti saya jelaskan semua, sekarang saya ditunggu ke Istana," ujar Wiranto di depan gedung Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 15 Agustus.

    Wiranto pun enggan berkomentar dini saat ditanyai perihal dugaan status dwi-kewarganegaraan Arcandra yang tengah diperbincangkan publik. Arcanda disebut-sebut telah disumpah menjadi warga negara Amerika pada 2012, dan diduga mempunyai dua paspor.

    "Kalau pertemuan menteri kan banyak yang dibicarakan. Ini saya koordinasi dulu (ke Presiden Joko Widodo)," ucap Wiranto.

    Pria yang sempat menjadi Ketua Umum Partai Hanura ini menjanjikan penjelasan pada wartawan, sekembalinya dia dari Istana Kepresidenan.

    Wiranto dijadwalkan menghadiri sejumlah acara di Istana, seperti penganugerahan tanda kehormatan oleh presiden pada pukul 12.00 WIB. Ada pula pengukuhan Pasukan Pengibaran Bendera, dilanjutkan peninjauan ruang bendera pusaka di Istana, pada pukul 14.00 WIB.

    "Saya ke sini nanti. Saya jelaskan semuanya, masa saya bohong?" tuturnya sebelum masuk ke mobil dinas bernomor polisi RI-16.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.