Driver Gojek di Bandung Mogok, Tak Cocok Tarif Jasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengendara Gojek. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi pengendara Gojek. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COBandung - Pengemudi Gojek se-Bandung Raya melakukan aksi mogok massal sekaligus unjuk rasa di kantor perwakilan Gojek di Jalan BKR, Kota Bandung, Senin, 15 Agustus 2016. Para driver ojek online ini mempertanyakan soal pemangkasan tarif jasa angkut per kilometer yang dilakukan manajemen PT Gojek Indonesia.

    "Pertama kali Rp 4.000 pada 2014. Kemudian 2015 turun jadi Rp 3.000, awal 2016 turun lagi jadi Rp 2.500, dan tiga hari lalu jadi Rp 2.000," ujar Asep, 31 tahun, koordinator lapangan Bandung Tengah Himpunan Driver Gojek Bandung Raya (HDBR), saat ditemui di tengah aksi unjuk rasa.

    Menurut Asep, pemangkasan tarif tersebut berimbas terhadap pendapatan harian para driver. Dari tarif jasa angkut yang ditentukan Rp 2.000 per kilometer saat ini, Asep mengatakan, para driver hanya menerima pendapatan Rp 1.600 per kilometer lantaran 20 persen penghasilan mereka dipotong kembali untuk pendapatan PT Gojek Indonesia sesuai perjanjian.

    "Kami biasa bawa uang ke rumah Rp 50-100 ribu, kalau sekarang paling Rp 20 ribu karena kami juga kan harus keluar modal kuota Internet, pulsa, bensin," katanya. Menurut Asep, para driver Gojek berharap manajemen bisa mengembalikan tarif jasa angkut menjadi Rp 3.000.

    Wakil Ketua HDBR Bayu Irawan mengatakan para driver Gojek diimbau untuk libur sementara dan tidak menarik penumpang hingga tuntutan mereka dipenuhi. "Kami meminta maaf kepada costumer karena hari ini kami tidak mau berjalan (beroperasi). Kami sengaja beristirahat karena belum ada kejelasan tarif," tuturnya.

    Bayu memastikan unjuk rasa hari ini bakal berjalan secara damai tanpa kekerasan. Namun, jika tuntutan tersebut tidak digubris manajemen PT Gojek Indonesia dalam waktu 3 x 24 jam, kata Bayu, para pengemudi mengancam akan berbondong-bondong bertolak ke kantor pusat Gojek di Jakarta.

    Setelah bernegosiasi cukup alot, salah satu staf manajemen PT Gojek Indonesia perwakilan Bandung mengatakan kepada para driver bahwa tuntutan mereka telah ditampung dan akan dikaji oleh PT Gojek Indonesia pusat di Jakarta untuk diambil keputusan secepatnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.