PDIP Belum Deklarasi, Ahok Mengenang Pilkada DKI 2012

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersalaman dengan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri acara peluncuran buku

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersalaman dengan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri acara peluncuran buku "Megawati dalam Catatan Wartawan: Menangis & Tertawa Bersama Rakyat" di gedung Arsip Nasional, Jakarta, 23 Maret 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperkirakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tak akan mendeklarasikan nama calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 dalam waktu dekat.

    Ahok mengatakan hal itu menanggapi kabar yang menyebutkan PDIP segera mendeklarasikan nama pasangan calon yang akan diusung. "Saya kira PDIP enggak deklarasi begitu cepat," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Senin, 15 Agustus 2016.

    Ahok kembali mengisahkan pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu, PDIP menentukan nama pasangan calonnya mendekati batas akhir penutupan masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur. Nama Ahok juga muncul pada menit-menit akhir sebagai calon wakil gubernur yang mendampingi Joko Widodo.

    Saat itu, Ahok mengaku terkejut atas keputusan mendadak tersebut. Bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Golkar itu tidak pernah menyangka ditunjuk langsung oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Sekitar pukul 13.00 WIB, saat di Gedung DPR, Ahok mendapat telepon diminta mendampingi Jokowi. “Saat datang langsung dikasih baju kotak-kotak," katanya. Baju kotak-kotak menjadi simbol pencalonan Jokowi-Ahok.

    Sebelumnya, Ahok menjelaskan yang meneleponnya adalah Tjahjo Kumolo yang saat itu menjabat Sekretaris Jenderal DPP PDIP. Tjahjo menyampaikan pesan bahwa Megawati menginginkan Ahok mendampingi Jokowi. "Hei, dateng, nih. Ibu Mega putusin. Ibu Mega bilang kamu yang dampingi Pak Jokowi," tutur Ahok menirukan ucapan Tjahjo, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Ahok menyebut bahwa dia sebagai pemain "injury time". Apalagi saat itu, Partai Gerindra yang berkoalisi dengan PDIP menyatakan Jokowi berduet dengan Deddy Mizwar. Meski begitu, Ahok enggan berkomentar apakah ia akan kembali didukung PDIP. Dalam beberapa kesempatan Ahok sempat mengatakan memiliki kedekatan secara personal dengan partai berlambang kepala banteng tersebut.

    Ahok mengatakan akan saling mendukung dengan partai politik yang mempunyai cita-cita yang sama, yakni mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.