Arcandra Temui Wiranto, Apa yang Dibahas?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM baru  Arcandra Tahar bersama Menteri ESDM lama Sudirman Said saat acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian  ESDM, Jakarta, 27 Juli 2016. TEMPO/Subekti

    Menteri ESDM baru Arcandra Tahar bersama Menteri ESDM lama Sudirman Said saat acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, 27 Juli 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar menemui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Senin pagi, 15 Agustus 2016. Arcandra yang memakai kemeja lengan pendek berwarna putih tiba di kantor Wiranto sekitar pukul 09.50 WIB. Ia mengendarai sedan hitam bernomor polisi RI-34.

    Pertemuan berlangsung singkat, sekitar 15 menit. Seusai pertemuan, Arcandra langsung menuju mobil tanpa mau memberi pernyataan. Ihwal pertanyaan wartawan tentang yang dibahas dalam pertemuan itu, ia enggan memberikan penjelasan. "Nanti ya, sebentar," ujarnya di depan mobilnya.

    Saat ini publik sedang dihebohkan oleh berita ihwal status dwi kewarganegaraan Arcandra. Ia disebut-sebut terikat dan sempat menjadi warga negara Amerika Serikat. Arcandra sempat mengaku masih mengantongi paspor Indonesia meski sudah 20 tahun tinggal di Amerika. Dia ke Amerika pada 1996.

    Sedangkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sedang melakukan pengecekan paspor Arcandra. "Kami sedang periksa data perlintasan imigrasi beliau (Archandra)," kata Humas Imigrasi Kemkumham Heru Santoso saat dikonfirmasi, Ahad kemarin.

    Data perlintasan adalah catatan administrasi keluar-masuk warga negara dari Indonesia. Data itu bisa digunakan untuk mengidentifikasi paspor mana yang digunakan Arcandra. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak imigrasi terkait dengan pemeriksaan tersebut.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.