377 Orang Berprestasi di Banten Raih Penghargaan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinas Pendidikan Pemprov Banten memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan kepada kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan siswa berprestasi di Banten.

    Dinas Pendidikan Pemprov Banten memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan kepada kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan siswa berprestasi di Banten.

    INFO NASIONAL - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan Provinsi Banten memberikan apresiasi dan penghargaan kepada kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan siswa berprestasi dari berbagai bidang mulai tingkat provinsi, nasional, internasional, se- Provinsi Banten. Penghargaan diberikan langsung Gubernur Banten Rano Karno di Pendopo Gubernur Banten, KP3B - Kota Serang, Jumat, 5 Agustus 2016.

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan beasiswa dan bantuan pendidikan itu diberikan kepada 377 orang berprestasi yang terdiri dari enam pengawas sekolah, lima kepala sekolah, sembilan guru, 249 siswa SMA berprestasi, dan 108 siswa SMK. “Penghargaan yang kami berikan berupa uang pembinaan dalam bentuk tabungan di Bank Jabar Banten yang nilainya sebesar Rp 857,5 juta,” kata Engkos.

    Menurut Engkos, beasiswa dan bantuan pendidikan ini bersumber dari APBD Banten 2016. Tujuannya, untuk memacu prestasi para siswa agar lebih baik lagi dalam berbagai bidang kegiatan, untuk skala provinsi, nasional, maupun internasional. Selain itu juga untuk meningkatkan kinerja, displin, dedikasi, serta loyalitas guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah di Banten, demi tercapainya mutu pendidikan.

    Bantuan beasiswa itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. “Saat ini jumlah sekolah tingkat SMA di Banten mencapai 642, dan sekolah yang mencetak prestasi sebanyak 105 sekolah. Itu artinya, prestasi tiap sekolah hampir merata,” ucap Engkos.

    Gubernur Banten Rano menegaskan pendidikan merupakan salah satu bidang yang diprioritaskan di Banten. Hal ini tidak terlepas dari keyakinan  bahwa untuk mencapai sebuah tujuan atau keberhasilan, termasuk membangun suatu daerah atau bangsa, yang terpenting adalah faktor sumber daya manusianya. “Pendidikan bagi saya adalah hal yang utama karena merupakan ujung tombak pembangunan. Makanya pemerintah mewajibkan APBD harus 20 persen  diberikan untuk pendidikan,” ujar Gubernur.

    Rano berharap penghargaan yang diberikan ini dapat mendorong motivasi, dedikasi, loyalitas dan profesionalisme di dunia pendidikan, yang bisa berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja dan prestasi kerja, sehingga menghasilkan SDM berkualitas, produktif, kreatif, dan kompetitif. "Prestasi ini harus mampu menjadi motivasi dan inspirasi bagi semua yang belum berkesempatan menjadi yang terbaik di setiap jenjang. Saya berharap semoga ke depan akan muncul para pengawas sekolah, guru, dan siswa berprestasi yang baru dan mampu meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Banten,” ucapnya.

    Menurut Rano, berbagai upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan sudah banyak dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Namun,  upaya-upaya tersebut masih perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan. “Kita sepakat bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, pihak swasta, dan para stakeholder lainnya. Bahkan, di tengah kurangnya sarana dan prasarana pendidikan di Banten, putra-putri Banten masih banyak yang berprestasi. Saya yakin begitu, jika infrastruktur dan sarana prasarana Banten diperkuat, anak-anak Banten akan menjadi nomor satu, dan masa depan Banten jauh lebih gemilang,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.