Arcandra Diminta Jujur Soal Kewarganegaraan Amerikanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar (ketiga kanan) didampingi didampingi Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif  menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di gedung KPK, Jakarta, 8 Agustus 2016. Kedatangan Archandra Tahar menemui Pimpinan KPK dalam rangka melakukan kerja sama dengan KPK dalam hal transparansi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar (ketiga kanan) didampingi didampingi Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di gedung KPK, Jakarta, 8 Agustus 2016. Kedatangan Archandra Tahar menemui Pimpinan KPK dalam rangka melakukan kerja sama dengan KPK dalam hal transparansi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar untuk jujur soal kewarganegaraannya.

    "Terkait dengan polemik yang ada di tengah publik terkait dengan dugaan kewarganegaraan Arcandra, untuk mengakhiri, perlu kejujuran dari Arcandra atas dua pertanyaan," kata Hikmahanto Juwana dalam pesan tertulisnya di Jakarta, Minggu, 14 Agustus 2016.

    Baca: Denny: Arcandra Harus Dicopot Bila Punya Dua Kewarganegaraan

    Pertama, kata Hikmahanto, apakah selama hidup dia pernah mengangkat sumpah untuk setia kepada Amerika Serikat? "Kedua, apakah selama hidup pernah memiliki dan memegang paspor Amerika? Bukan dengan menyatakan pemegang paspor Indonesia sebagaimana yang beliau telah sampaikan," katanya.

    Bila salah satu jawaban atau kedua jawaban adalah positif, kata dia, Arcandra telah kehilangan kewarganegaraan Indonesianya berdasarkan Pasal 23 huruf f dan h UU Kewarganegaraan. "Dengan demikian, tidak memenuhi syarat diangkat dalam jabatan menteri."

    Baca: Menteri ESDM: Saya WNI, Silakan Cek Paspor Saya

    Dalam Pasal 23, disebutkan bahwa warga negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut; mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.

    "Bagi seorang profesional dan telah lama bermukim di negara yang menjunjung tinggi integritas dan kejujuran, sudah seharusnya Arcandra menjawab dua pertanyaan di atas secara lugas," kata Hikmahanto Juwana.

    ANTARANEWS.COM

    Baca Juga
    Ahok-Risma Adu Mulut di Media, Djarot: Jangan Diadu-adulah
    Manajer Google Dibunuh, Vanessa Diduga Melawan Pelaku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.