Survei: Mayoritas Rakyat Indonesia Puas atas Kinerja Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 2 Agustus 2016. Sebab, tanpa inovasi, maka Indonesia akan jauh tertinggal dari negara lain. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 2 Agustus 2016. Sebab, tanpa inovasi, maka Indonesia akan jauh tertinggal dari negara lain. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla setelah “kocok ulang” kabinet jilid dua. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia merasa puas atas kinerja Presiden Joko Widodo.

    Sebanyak 68 persen rakyat Indonesia merasa puas atas kinerja Jokowi. Sedangkan yang tidak puas berada di angka 31 persen. "Ini adalah capaian tertinggi setelah Jokowi menjabat presiden," kata Burhan di kantor Indikator, Jalan Cikini V, Jakarta, Ahad, 14 Agustus 2016.

    Kepuasan masyarakat atas kinerja ini didorong dari kondisi ekonomi nasional yang sejalan dengan hasil rilis inflasi Badan Pusat Statistik. Bila inflasi naik, sentimen negatif terhadap pemerintahan juga naik, begitu pula sebaliknya.

    Warga yang merasa kondisi ekonomi tahun ini lebih baik daripada sebelumnya sebanyak 38 persen. "Dua kali lebih banyak dibanding yang merasa lebih buruk, sebanyak 19 persen," ucapnya.

    Selain itu, kinerja pemerintahan yang mengalami kemajuan paling tinggi terletak pada program pembangunan jalan-jalan umum serta kemudahan pelayanan kesehatan dan sarana transportasi umum. "Mayoritas warga menilai kerja pemerintah semakin baik," tuturnya.

    Sedangkan kinerja pemerintah mengatasi pengangguran, kemiskinan, lapangan kerja, dan membuat harga barang pokok terjangkau dianggap semakin buruk. "Jokowi masih belum bisa selesaikan masalah ini. Ini PR besar," kata Burhanuddin.

    Metode yang dilakukan dalam survei ini dengan mewawancarai tatap muka sebanyak 1.220 sampel responden yang dipilih secara acak dan telah memiliki hak pilih. Adapun margin of error sebesar lebih-kurang 2,9 persen.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.