Pilkada Banten, PKS Dukung Anak Atut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kanan) bergandeng  tangan dengan pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim (tengah) dan Andika Hazrumy dalam deklarasi pencalonan pasangan tersebut di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, 8 Agustus 2016. Partai Demokrat resmi mengusung Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sebagai pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten pada pilkada serentak 2017. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kanan) bergandeng tangan dengan pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim (tengah) dan Andika Hazrumy dalam deklarasi pencalonan pasangan tersebut di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, 8 Agustus 2016. Partai Demokrat resmi mengusung Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sebagai pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten pada pilkada serentak 2017. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy mendapat tambahan dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera. Sebelumnya pasangan ini telah mendapat dukungan dari tiga partai yaitu Golkar, Hanura, dan Partai Demokrat. Pasangan Wahidin-Andika akan menantang inkumben Gubernur Rano Karno.

    Ketua DPW PKS Provinsi Banten Miptahuddin mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat partai telah menetapkan rekomendasi dukungan untuk mengusung Wahidin Halim sebagai calon gubernur dan Andika Hazrumy sebagai calon wakil gubernur.

    Miptah menyatakan, rekomendasi tersebut sudah ditandatangani langsung Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, dan Sekjen DPP PKS Mustafa Kamal. “Setelah pleno DPP pada hari Rabu lalu, PKS resmi putuskan untuk mendukung WH-Andika di Pilgub nanti. kita gabung dengan Golkar dan Demokrat,” ujar Miptah Ahad, 14 Agustus 2016.

    Mantan Walikota Tangerang Wahidin Halim yang saat ini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Demokrat dan putra sulung mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah, Andika Hazrumy, dipilih karena popularitas dan elektabilitas keduanya diyakini mampu mengalahkan Rano Karno sebagai inkumben. "Kita akan kumpulkan seluruh kader, Kita akan konsolidasi dengan seluruh kader partai, sekaligus mendatangkan presiden PKS. Cagub cawagub juga hadir," katanya.

    Pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2011, Wahidin pernah mencalonkan diri berpasangan dengan Irna Narulita yang merupakan istri dari politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dimyati Natakusuma. Namun pasangan tersebut kalah dari Atut Chosiyah-Rano Karno.

    Ketua DPD Partai Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya terus membangun komunikasi dengan seluruh pimpinan parpol untuk berkoalisi. Menurut Tatu, setelah PKS, partainya ingin mengajak Partai Amanat Nasional (PAN) untuk memperkuat dukungan pasangan Wahidin Halim-Andika.

    “Dari dulu kita ngebet sama PAN. Baru PKS, Hanura, Demokrat, dan Golkar yang sudah. Saya mewakili calon dari Golkar memang serius mengajak PAN untuk bergabung, apalagi saya sebagai ketua DPD Golkar,” ujar Tatu.

    Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Banten M Sukira mengaku tidak hawatir dengan pasangan WH-Andika sebagai penantang Rano Karno. Menurut Sukira, semua partai politik pasti memiliki target untuk menang dalam setiap perhelatan politik. “PDIP enggak bakal gentar menghadapi WH-Andika. Yang jelas PDIP sudah mantap mengusung Rano Karno. Nanti pertengahan Agustus kami deklarasi, Insya Allah, Bu Megawati hadir,” tegas Sukira.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.