Dewan Pers: Penyandang Disabilitas Punya Hak untuk Memilih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan orang penyandang disabilitas mengikuti acara sosialisasi dan simulasi Pemilu untuk pemilih disabilitas, di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (4/4). TEMPO/Imam Sukamto

    Puluhan orang penyandang disabilitas mengikuti acara sosialisasi dan simulasi Pemilu untuk pemilih disabilitas, di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (4/4). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan saat ini pemberitaan pemilu masih jauh dari prinsip-prinsip aksesibilitas untuk penyandang disabilitas. "Mereka punya hak untuk ikut memilih," ujarnya di Hotel Bluesky Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2016. 

    Dalam diskusi yang digelar Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR), Yosep mengatakan selama ini pemberitaan mengenai pemilu sebagian besar seputar pasangan siapa yang akan bersaing, partai mana saling berkoalisi, dan lainnya. "Padahal pemilu bukan hanya soal politik, tapi juga hak sebagai warga negara," katanya. 

    Pemberitaan mengenai prinsip aksesibilitas pun belum maksimal. Prinsip aksesibilitas, salah satunya untuk memfasilitasi penyandang disabilitas, sangat dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang tepat. "Juga agar disabilitas mau menggunakan hak pilihnya," ucapnya. 

    Contoh kesenjangan mengenai pemberitaan pemilu adalah mulai berkurangnya interpreter atau penerjemah bahasa isyarat, misalnya saat ada pasangan calon memberitakan visi-misinya di media televisi. 

    Yosep mengatakan visi dan misi pasangan calon dalam pemilu juga harus diketahui para penyandang disabilitas. "Intinya, jangan sampai ada perbedaan karena semua punya hak sama untuk memilih," tuturnya. 

    ODELIA SINAGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.