Setelah Kematian Gajah Yani, Kebun Binatang Bandung Berbenah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim gabungan dokter hewan melakukan pemeriksaan satwa di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, 13 Mei 2016. Pemeriksaan kesejahteraan satwa pasca kematian Gajah Yani dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa dan segara memberikan penanganan pada hewan yang sakit. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Tim gabungan dokter hewan melakukan pemeriksaan satwa di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, 13 Mei 2016. Pemeriksaan kesejahteraan satwa pasca kematian Gajah Yani dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa dan segara memberikan penanganan pada hewan yang sakit. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COJakarta - Pasca-kematian gajah Sumatera bernama Yani pada Mei lalu, Kebun Binatang Bandung mulai berbenah. Menurut Sudaryo, Penjabat Humas Yayasan Margasatwa Tamansari, selaku pengelola Kebun Binatang Bandung, pihaknya sudah membangun beberapa kandang baru untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan satwa.

    "Setelah gajah mati, Kebun Binatang Bandung harus bangkit sehingga akan terus membangun. Semua dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan satwa," kata Sudaryo saat ditemui di sela pelatihan dokter hewan di Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu, 13 Agustus 2016.

    Sudaryo menjelaskan, ada 10 kandang baru yang dibangun. Kebanyakan adalah kandang untuk primata. Selain itu, beberapa kandang yang rusak dan kurang layak, seperti kandang primata, gajah, banteng, rusa, dan harimau, direnovasi.

    "Jadi nanti ada primata yang dipindah supaya alurnya primata semua. Kuda nil, kuda zebra juga nanti akan dipindah. Untuk kandang harimau atapnya diganti supaya tidak kehujanan dan ditambah tangkringan supaya nyaman," ucapnya.

    Untuk kandang gajah yang cukup menjadi perhatian masyarakat karena kondisinya yang sudah compang-camping, Kebun Binatang Bandung telah menambah kandang malam baru yang berfungsi sebagai tempat istirahat setelah seharian dipamerkan kepada pengunjung. Secara bertahap, beberapa kandang primata juga ditambahkan kandang malam.

    Selain itu, Kebun Binatang Bandung merenovasi beberapa bangunan fasilitas umum yang rusak, seperti gedung kesenian, yang sekarang difungsikan sebagai gedung serbaguna serta fasilitas toilet. 

    Sudaryo menjelaskan, gedung kesenian tersebut sengaja direnovasi lantaran Kebun Binatang Bandung menjadi tuan rumah pelatihan dokter hewan kebun binatang seluruh Indonesia. 

    "Totalnya Rp 1 miliar lebih. Itu di luar renovasi gedung kesenian," katanya. 

    Selain fasilitas, Sudaryo memastikan Kebun Binatang Bandung sudah memiliki dua dokter hewan tetap. Dua dokter hewan yang direkrut ini adalah hasil seleksi dari 12 dokter hewan yang melamar ke Yayasan Margasatwa Tamansari selama beberapa bulan terakhir. Dua dokter hewan tetap ini akan diberi fasilitas penginapan di Kebun Binatang Bandung karena keduanya bukan asli Bandung. 

    "Satu dari Bekasi, satu dari Jawa Timur. Kami pilih karena dua-duanya masih muda, usianya sekitar 25 tahun," ujarnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.