Ketua MPR: Pancasila Tidak Bisa Ditawar Lagi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para alumni IARMI pastilah banyak yang sedang dan akan dilakukan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam bela negara.

    Para alumni IARMI pastilah banyak yang sedang dan akan dilakukan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam bela negara.

    INFO MPR - “Sebagai anak bangsa, Pancasila tidak bisa ditawar- tawar lagi harus dipahami seluruh anak bangsa. Bahkan ada negara lain yang mempelajari Pancasila karena mereka mengakui memang luarbiasa Pancasila kita,” tegas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI).

    Acara yang digelar di Gedung Lemhanas Jakarta pada Jumat 12 Agustus ini dihadiri juga Ketua DPR RI Ade Komarudin, Ketua Umum DPN IARMI Ms.Kaban, Sekjen IARMI Riza Patria, perwakilan Menteri Pertahanan RI, Ketua DPD IARMI provinsi dan tingkat kabupaten dari seluruh Indonesia, dan ratusan alumni IARMI.

    Dalam keynote speechnya, Ketua MPR mengungkapkan bahwa kiprah Resimen Mahasiswa (Menwa) sangat penting dalam bela negara Indonesia. “Reformasi telah melahirkan perubahan yang dinikmati seluruh anak bangsa. Reformasi membuka era kebebasan buat seluruh rakyat. Reformasi adalah bentuk koreksi dari deviasi di masa lalu menuju kesejahteraan yang berkeadilan,” ujarnya.

    Diutarakan Zulkifli, reformasi yang telah bangsa ini jalani selama delapan belas tahun membuka arah perjalanan bangsa menuju cita-cita bangsa yakni kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat. Nilai-nilai luhur bangsa salah satunya Pancasila adalah parameter yang harus dipegang teguh untuk mencapai itu semua.

    Terkait bela negara, Ketua MPR juga berbicara bahwa bela negara adalah tanggung jawab semua anak bangsa dengan bentuk yang bermacam-macam sesuai dengan daya dan upaya yang dimiliki. “Contoh yang sedang hangat adalah perjuangan para atlet Indonesia yang saat ini sedang berjibaku untuk mengharumkan nama negara di arena olimpiade. Perjuangan mereka sangat luar biasa. Itulah salah satu bentuk bela negara. Apalagi para alumni IARMI pastilah banyak yang sedang dan akan dilakukan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam bela negara," pungkasnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.