Kekuatan Militer Indonesia Peringkat Keempat Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Prajurit TNI. ANTARA/Spedy Paereng

    Ilustrasi Prajurit TNI. ANTARA/Spedy Paereng

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia berada di tempat keempat dalam daftar negara-negara Asia dengan kekuatan militer terbesar. Posisi Indonesia di bawah Cina, India, dan Korea Utara berdasarkan rilis majalah Amerika Serikat, Forbes, belum lama ini.

    Dalam rilis tersebut, Forbes membuat daftar kekuatan militer terbesar dengan melihat jumlah personel militer serta belanja militernya.

    Menurut Forbes, saat ini Indonesia memiliki jumlah tentara aktif yang mencapai 676.500 orang, dengan anggaran yang digunakan untuk belanja militer sebesar US$ 7,6 miliar atau sekitar Rp 99,6 triliun.

    Angka terbaru yang dirilis Forbes naik jauh daripada yang dirilis pada 2015, di mana Tentara Nasional Indonesia memiliki anggaran militer sebesar US$ 6,9 miliar.

    Untuk jumlah personel aktif yang siap bertugas di garis depan pada 2015, TNI hanya memiliki 476 ribu orang dan pasukan cadangan 400 ribu personel, dengan jumlah alutsista yang cukup besar.

    Indonesia memiliki tank lapis baja 400 unit, kendaraan tempur lapis baja 506 unit, artileri jarak jauh 62 unit, peluncur roket 50 unit, mortir 3.350 unit, senjata antitank 11 ribu unit, dan kendaraan angkut logistik 11.100 unit.

    Kapal perang 150 unit, kapal selam 2 unit, kapal angkut personel 26 unit, kapal kelas korvet 23 unit, kapal kelas frigat 6 unit, kapal patroli 70 unit, serta pesawat tempur 118 unit (50 unit pesawat tempur sergap dan 68 pesawat tempur taktis).

    Sementara itu, untuk negara dengan kekuatan militer paling besar di Asia, masih dipegang oleh Cina dan menyusul di belakangnya India serta Korea Utara. Kekuatan Indonesia yang terbesar di kawasan Asia Tenggara mengalahkan Thailand, Myanmar, dan Malaysia. Tentara Cina berjumlah 29 juta dengan anggaran US$ 214 miliar. India memiliki 2,7 juta tentara, sedangkan Korea Utara 1,3 juta orang.

    FORBES | BUSINESS INSIDER | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.