Potensi Peternakan di Jabar Sangat Menjanjikan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potensi Peternakan di Jabar Sangat Menjanjikan

    Potensi Peternakan di Jabar Sangat Menjanjikan

    INFO JABAR - Bukan suatu yang mustahil jika swasembada pangan di Jawa Barat akan tercapai.  “Lihatlah potensi peternakan kita cukup menjanjikan,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada acara  Kontes Ternak dan Panen Padet Tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Karawang, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Menurut dia, Jawa Barat memiliki potensi dan produksi ternak yang tinggi. Seharusnya kebutuhan masyarakat terhadap hasil olahan ternak yang semakin meningkat ini dapat terpenuhi.

    Kontes Ternak dan Panen Padet Tingkat Provinsi Jawa Barat ini digelar sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan swasembada pangan, melalui sektor peternakan. Aher berharap,  kontes ini dapat meningkatkan motivasi peternak untuk menghasilkan bibit ternak yang berkualitas.

    “Saya mengajak seluruh peternak di Jabar dan juga stakeholders-nya untuk lebih mengembangkan kreativitas, meningkatkan populasi, produksi dan reproduksinya dengan pengembangan plasma nutfah,” ujar Aher sapaan akrab Gubernur.

    Saat ini, potensi ternak, seperti itik Citeureup, itik Rambon, ayam Pelung, ayam Sentul, domba Garut, sapi Pasundan, dan itik Pajajaran sedang dalam proses penetapan sumber plasma nutfah di Jabar. Plasma nutfah merupakan ternak-ternak unggulan yang jika dikembangkan terus menerus, dapat mencapai ketahanan pangan sektor peternakan. Melalui usaha ini, penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat mencapai 6,7 persen.

    “Jawa Barat mengalami surplus pada penyediaan daging ayam ras pedaging yaitu lebih dari 338.162 ton, karena itu saya optimis jika kita terus membenahi peternakan, maka pemenuhan pasar domestik maupun permintaan dari luar seperti Timur Tengah, Malaysia, dan Brunei yang sudah lama ingin  mengimpor daging domba dari Jawa Barat akan dapat kita penuhi,” kata  Aher. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.