Bupati Dedi Pecat Siswa yang Bawa Sepeda Motor ke Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi bersama anggota Polantas Polres Purwakarta, melakukan razia sepeda motor di SMAN Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. Razia implementasi dari Surat Edaran Nomor 024/1737/Disdikpora 2016 tentang Larangan dan Sanksi Menegdarai Sepeda Motor Bagi siswa di Lingkungan Kabupaten Purwakarta yang melakukan pelanggaran sampai tiga kali dikenai sanksi tidak naik kelas. TEMPO/Nanang Sutisna

    Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi bersama anggota Polantas Polres Purwakarta, melakukan razia sepeda motor di SMAN Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. Razia implementasi dari Surat Edaran Nomor 024/1737/Disdikpora 2016 tentang Larangan dan Sanksi Menegdarai Sepeda Motor Bagi siswa di Lingkungan Kabupaten Purwakarta yang melakukan pelanggaran sampai tiga kali dikenai sanksi tidak naik kelas. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memecat An, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Purwakarta. An dinilai telah melanggar larangan membawa sepeda motor ke sekolah lebih dari tiga kali. "Karena dia telah melakukan pelanggaran lebih dari tiga kali membawa kendaraan ke sekolah, sanksinya ya dipecat," kata Dedi kepada Tempo, Jumat, 12 Agustus 2016.

    Pemecatan terhadap An dilakukan sebagai konsekuensi logis diterbitkannya Surat Edaran Bupati Purwakarta Nomor 024/1737/Disdikpora 2016 tentang pelarangan dan sanksi mengendarai kendaraan bermotor bagi siswa di Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan surat edaran tersebut, sanksi bagi siswa yang melakukan sekali sampai dua kali pelanggaran diberi surat peringatan. Dan jika pelanggaran sudah dilakukan tiga kali atau lebih, si siswa akan dijatuhi sanksi pemecatan.

    Dedi mengaku mendapatkan laporan pelanggaran yang dilakukan An dari masyarakat yang menyampaikan informasinya langsung melalui SMS center yang langsung terhubung dengan ponsel pintarnya. "Terus saya klarifikasi ke sekolah, ternyata laporan itu benar," ucapnya.

    Dedi mengapresiasi kepedulian masyarakat yang semakin menyadari dan memahami tujuan dikeluarkannya surat edaran tersebut. "Terima kasih. Partisipasi warga terus kami tunggu. Toh, tujuannya buat kebaikan anak-anak kita juga," ujar Dedi.

    Adapun Kepala SMAN 3 Purwakarta Ema Sukmasih menuturkan telah memberi surat peringatan lebih dari tiga kali. "Yang paling menjengkelkan, dia juga selalu diantar-jemput pacarnya," katanya.

    Sebagai solusinya, Dedi kemudian memerintahkan Ema meminta An melanjutkan sekolahnya di SMAN Bungursari sesuai dengan alamat tempat tinggalnya. "Itu wajib ditaati," kata Ema.

    Sebelumnya, Dedi juga sudah memecat siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Purwakarta, FGR, gara-gara dengan sepeda motor Yamaha R15-nya menabrak lima murid Sekolah Dasar Negeri 2 Sukajaya, Kecamatan Sukatani, yang sedang menyeberang di Jalan Raya Citapen. Salah satu korban, Vivi Apidah, 6 tahun, meninggal.

    Adapun lima kakak kelasnya mengalami luka-luka. Ibunda Vivilia yang mengantar anaknya ke sekolah juga mengalami luka-luka. Pada hari yang sama, dua siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wanayasa yang pulang sekolah dengan mengendarai sepeda motor juga mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal dan menyebabkan keduanya tewas.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.