Sandiaga Uno Temui Sekda Saefullah, Ahok Tidak Tahu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  (kanan) saat memberikan ucapan selamat kepada  sekda yang baru yaitu Saefullah (kiri) di  Balaikota, Jakarta, Jumat 11 Juli 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) saat memberikan ucapan selamat kepada sekda yang baru yaitu Saefullah (kiri) di Balaikota, Jakarta, Jumat 11 Juli 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, terlihat mendatangi gedung Pemerintah Provinsi DKI, Jumat, 12 Agustus 2016. Sandi—sapaan akrab Sandiaga—yang mengenakan kemeja batik khas Cirebon berwarna hitam dan biru, datang tepat pukul 10.00 WIB.

    Sandi langsung menuju kantor Sekretaris Daerah DKI Saefullah dan melakukan pertemuan secara tertutup. Belum diketahui maksud kedatangan Sandi. Namun, dari kabar yang beredar, dia datang sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia.

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mengetahui pertemuan Sandi dengan Saefullah. "Enggak tahu aku," kata gubernur yang lebih dikenal dengan sapaan Ahok itu saat ditemui wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 12 Agustus 2016.

    Ahok menilai pertemuan Sandi dengan Saefullah merupakan sesuatu yang biasa saja. Dia bahkan mengaku tidak keberatan bila, dalam pertemuan itu, Saefullah berniat maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

    Uang operasional yang diperoleh Saefullah sebesar Rp 100 juta setiap bulan bisa digunakan untuk kegiatan apa saja, termasuk menggalang massa. "Saya, mah, kasih kebebasan. Justru kalau Anda (Saefullah) mau maju jadi kepala daerah, kamu harus kerja baik-baik supaya orang Jakarta lihat bahwa sekda kerjanya cepat," ucap Ahok.

    Ahok mengatakan sejauh ini belum ada pernyataan langsung dari Saefullah untuk maju dalam pilkada. Ahok berpikir tidak akan sulit mencari pengganti bila Saefullah berniat maju dalam pilkada. "Kalau Pak Saefullah nyalon nih, kan, harus mundur. Itu kami harus buka (pendaftaran) seluruh Indonesia, lho, untuk jadi sekda di DKI. Siapa yang enggak minat? Tiap bulan dari saya Rp 100 juta operasional," tuturnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.