3 Orang Ini Paling Ramai Dibicarakan di Dunia Maya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 10 Agustus 2016. Sidang ini beragenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari Digital Forensik Mabes Polri yang menjelaskan perihal rekaman CCTV di Cafe Olivier. TEMPO/Eko siswono Toyudho

    Ekspresi terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 10 Agustus 2016. Sidang ini beragenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari Digital Forensik Mabes Polri yang menjelaskan perihal rekaman CCTV di Cafe Olivier. TEMPO/Eko siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang hari kemarin, 11 Agustus 2016, Jessica Kumala Wongso, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Ayu Ting Ting tengah ramai diperbincangkan netizen. Apa yang membuat ketiganya menjadi sorotan publik, berikut ini rangkumannya.

    1. Karena Video Ini, Pengacara Jessica dan Ahli IT Berdebat

    Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso beradu argumentasi dengan saksi ahli teknologi informasi dalam sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Ada apa dengan rekaman video pengintai (CCTV) Kafe Olivier itu?

    Baca selengkapnya: Rekayasa CCTV Kasus Mirna Jadi Perdebatan di Sidang Jessica



    2. Inikah Sinyal Risma Mau Ikut Pilkada Jakarta?

    Apa yang dikatakan Wali Kota Risma ketika blusukan di tempat pembuangan sampah Benowo, Surabaya, kemarin? Setelah selama ini diam ketika ditanya wartawan seputar Pilkada DKI Jakarta, kali ini Risma mau menjawab.

    Baca selengkapnya: Risma Beri Sinyal Maju Pilgub DKI Jakarta



    3. Ayu Ting Ting Digituin, Julia Perez Sedih

    Apa yang terjadi dengan penyanyi dangdut Ayu Ting Ting? Mengapa pula Julia Perez merasa sedih dengan yang dialami sahabatnya itu?

    Baca selengkapnya: Julia Perez: Sedih Ayu Ting Ting Digituin



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.