Survei Tingkat Elektabilitas, Sandiaga Klaim Mendekati Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah) mengikuti lomba lari Milo Jakarta International 10K di Kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, 24 Juli 2016. Peserta terbagi menjadi tiga kategori yaitu Open, Closed, dan Pelajar. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah) mengikuti lomba lari Milo Jakarta International 10K di Kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, 24 Juli 2016. Peserta terbagi menjadi tiga kategori yaitu Open, Closed, dan Pelajar. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sandiaga Uno mengklaim, tingkat elektabilitasnya untuk pilkada DKI semakin mendekati petahana. Hingga kini ia mengaku sudah mendatangi semua kelurahan di Jakarta yang berjumlah 267.

    “Itu menjadi poin utama yang saya dapat dari 60 hari berkeliling di 44 kecamatan dan 267 kelurahan,” kata Sandiaga setelah mendatangi rumah warga di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Dalam survei internal ini, ditemukan beberapa permasalahan di Ibu Kota. Di antaranya bagaimana pemimpin seharusnya lebih dekat dengan rakyat kecil, isu kesejahteraan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan harga bahan pokok.

    Sandiaga mengatakan hasil survei tersebut tidak disiarkan. Artinya, persentase tingkat elektabilitas calon Gubernur DKI Jakarta 2017 tak dapat dibocorkan. Namun ia mengungkapkan hasil survei tersebut mengindikasikan adanya kinerja yang baik.

    “Saya optimistis tren ini menunjukkan apa yang selama ini saya usung dalam poin-poin yang saya angkat dalam 6 bulan terakhir mendapat tempat di hati masyarakat,” ucapnya.

    Dalam pemberitaan Tempo, Kamis, 16 Juni 2016, tingkat elektabilitas Sandiaga yang tercatat di Myriad Survey mencapai 7 persen. Survei itu disiarkan Mei lalu. Angka itu meningkat dibanding survei Cirus SG pada April sebanyak 3,8 persen, Polmark pada Februari sebanyak 0,3 persen, dan pada Januari masih nol persen.

    LANI DIANA | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.