Calon Haji Madiun Memberi Tanda Khusus Kopernya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Madiun - Calon Jamaah Haji Kota Madiun, Jawa Timur mengumpulkan tas koper ke aula Kantor Kementerian Agama setempat. Tas berisi barang untuk keperluan selama di Tanah Suci itu ditandai dengan berbagasi asesoris, di antaranya pita merah putih, gembok, boneka panda, dan selendang berwarna-warni.

    "(Pemberian tanda) itu merupakan ide dari masing-masing calon jamaah haji untuk memudahkan pencarian," kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Madiun Agus Burhani, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Pihak Kemenag, ia melanjutkan, sama sekali tidak memberikan instruksi kepada 120 calon haji untuk memberi tanda khusus pada koper. Sebab, identitas jamaah disertai dengan foto telah dipasang di sisi luar tas tersebut.

    Menurut Agus, pemasangan tanda khusus pada koper menjadi kebiasaan sejumlah calon haji setiap hendak berangkat ke Mekah. Terutama bagi mereka yang telah berusia lanjut lantaran sulit membedakan tas koper yang memiliki warna dan model sama.

    Agus menuturkan, ratusan koper itu akan dikirim ke Asrama Haji Surabaya Kamis malam atau beberapa jam sebelum para jemaah diberangkatkan ke penampungan yang sama. Sesuai jadwal, para jemaah diberangkan dari Kota Madiun ke Surabaya, Jumat dini hari, 12 Agustus 2016. "Tas koper juga akan diperiksa di sana (Embarkasi Surabaya)," Agus menuturkan.

    Sebanyak 120 calon haji Kota Madiun, ia melanjutkan masuk kelompok terbang 8 gelombang 1. Mereka diberangkatkan ke Tanah Suci Jumat besok melalui embarkasi Surabaya.

    Calon haji Kota Madiun akan bergabung dengan 306 jamaah asal Kabupaten Magetan dan 19 jamaah asal Kota Surabaya. Rombongan tersebut akan terbang menggunakan pesawat Saudi Airline dengan nomor penerbangan SV 5242.

    Sri Hariyani, salah seorang calon haji mengatakan persiapan ibadah di Tanah Suci sudah dijalankan sejak beberapa bulan lalu. Selain mengikuti sejumlah manasik haji, barang keperluan juga telah dimasukkan ke koper. "Ada baju ihram dan perlengkapan lain untuk ibadah," ujar dia.

    Perlengkapan itu dimasukkan ke dalam tas koper yang diberi tanda pinta berwarna merah putih. Menurut Sri, hal itu dilakukan untuk memudahkan mencari tas miliknya dan suami ketika berada di tempat penampungan maupun di Tanah Suci.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.