Fadli Zon Puji Penghentian Sementara Penyelidikan Haris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah), usai memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris kini berstatus sebagai terlapor, setelah BNN, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, dan organisasi keturunan veteran TNI Pemuda Panca Marga melaporkannya ke Bareskrim Polri. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah), usai memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris kini berstatus sebagai terlapor, setelah BNN, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, dan organisasi keturunan veteran TNI Pemuda Panca Marga melaporkannya ke Bareskrim Polri. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menilai keputusan Kepolisian Republik Indonesia menghentikan sementara penyelidikan terhadap Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar sudah tepat. Ia beralasan, apa pun informasi terkait dengan kasus yang menjadi perhatian publik, harus dilihat demi kebaikan masyarakat.

    "Testimoni Freddy Budiman adalah informasi yang cukup penting," kata Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Sebelumnya, Haris dilaporkan oleh Badan Narkotika Nasional, Tentara Nasional Indonesia, dan Polri atas dugaan pencemaran nama baik karena menceritakan pengakuan terpidana mati Freddy Budiman soal aparat yang terlibat peredaran narkoba.

    Politikus dari Partai Gerindra ini meminta pengakuan Freddy dibuktikan kebenarannya. "Kalau benar, ada mafia besar yang melibatkan aparat," ujarnya.

    Pemerintah diminta menyelesaikan hal ini. Sebab, kata Fadli, bila tidak terungkap, peredaran narkoba hanya berganti pelakunya. "Freddy Budiman boleh saja mati, tapi jaringannya masih tetap ada," tuturnya.

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan pemberhentian sementara penyidikan terhadap Haris diambil karena sudah dibentuk tim independen guna menelusuri pengakuan Freddy tersebut. "Benar, menunda untuk sementara," kata Boy saat dimintai konfirmasi oleh Tempo.

    AHMAD FAIZ | AVIT HIDAYAT

    Baca Juga:
    Jessica Garuk-garuk, Pengunjung Sidang Tepuk Tangan dan Bersorak
    PDIP Lobi Terus Partai-partai Pendukung Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.