Visa Molor, Keberangkatan 181 Jemaah Haji Sumedang Tertunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamaah calon haji menaiki tangga pesawat Garuda Indonesia saat pemberangkatan kloter pertama Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Halim Perdanakusuma, Jakarta, 9 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Jamaah calon haji menaiki tangga pesawat Garuda Indonesia saat pemberangkatan kloter pertama Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Halim Perdanakusuma, Jakarta, 9 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 181 calon haji gelombang 1 asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, gagal berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal, Kamis, 11 Agustus 2016, gara-gara visa belum keluar.

    "Seharusnya saya hari ini berangkat dan pada Rabu, 10 Agustus 2016 menginap di Asrama Haji. Kenyataannya tidak jadi karena alasan visa hajinya yang belum keluar," kata salah seorang calon haji asal Sumedang, Endang Suryana, 50 tahun, kepada Antara di Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2016

    Mereka yg tertunda keberangkatannya tersebut berasal dari sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Sumedang, yaitu KBIH Bina Insan sebanyak 17 orang, KBIH An Nur 16 orang, KBIH Multazam 31 orang, KBIH Intania 33 orang, KBIH As Syifa 82 orang, dan calon haji mandiri dua orang.

    Para jemaah juga semakin bingung karena sampai sekarang tidak ada kejelasan kapan mereka akan berangkat. "Yang jelas kami, tercecer dengan ketidakjelasan dari panitia haji," katanya.

    Ia menambahkan informasi pembatalan itu juga benar-benar mendadak, hanya beberapa jam sebelum berangkat menuju asrama haji. Bahkan sejumlah jemaah sudah ada yang berangkat dari Sumedang menggunakan bus rombongan, tiba-tiba dibatalkan saat kendaraan  masuk ke Bekasi.

    "Tentunya mereka harus kembali lagi ke Sumedang akibat informasi yang mendadak seperti itu," kata Endang Suryana.

    Sejumlah jemaah lain bahkan sudah sampai di asrama haji baru tahu keberangkatan mereka ditunda. "Bagaimana mereka yang sudah tiba Asrama Haji sedangkan di Jakarta tidak memiliki sanak famili?" katanya.

    Yang menjadi pertanyaan lain bagi para jemaah haji tersebut, bagaimana kursi pesawat untuk 181 orang yang batal berangkat dan bagaimana penginapan yang sudah dipesan di Arab Saudi.

    Informasinya, kata dia, kursi pesawat ke-181 calon haji akan diisi jemaah gelombang II yang sedianya berangkat pada 2 September 2016.

    "Saya kaget bercampur gembira ketika dikabari harus berangkat hari ini (10/8). Akhirnya saya pontang-panting menyiapkan berbagai keperluan seadanya," kata Nanang Badar, 43 tahun, calon haji asal Tanjungkerta, Sumedang, yang seharusnya pemberangkatan gelombang II.

    Kendati kecewa, Endang Suryana tidak dapat berbuat apa-apa selain pasrah.

    Para calon haji asal Sumedang itu, kini hanya dapat berharap pemerintah segera mengupayakan visa mereka dapat keluar sehingga ada kepastian waktu keberangkatan.

    Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama Ahda Barori memastikan kalau visa jemaah haji gelombang pertama sudah selesai dan sedang dalam proses distribusi paspor ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.

    "Sampai 30 Juli kemarin, sudah ada 40.238 paspor dan visa yang sudah kami kembalikan ke daerah," kata Ahda dalam pernyataan tertulis yang diterima Antara, Senin.

    Ia menjelaskan bahwa sudah lebih dari 90 ribu visa calon haji Indonesia yang sudah diterbitkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi.  "Sampai dengan 30 Juli lalu, visa yang sudah selesai mencapai 90.183," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.