Ahok Tak Cari Tambahan Dukungan Partai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok usai memasangkan kap lampion yang dilukis, dalam peresmian Taman Pandang Istana, di Jakarta Pusat, 30 Juli 2016. TEMPO/Friski Riana

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok usai memasangkan kap lampion yang dilukis, dalam peresmian Taman Pandang Istana, di Jakarta Pusat, 30 Juli 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sudah tidak lagi mengharapkan dukungan dari partai mana pun untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Pasalnya, saat ini Ahok sudah mengantongi tiga partai pendukung, yakni Partai NasDem, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Golongan Karya. Untuk itu, ia tidak akan berusaha melobi partai mana pun untuk ikut mendukungnya.

    Lagi pula, ucap Ahok, dia sudah sejak awal tidak berkeinginan diusung partai. Ia sempat mendeklarasikan akan maju kembali menjadi orang nomor satu di Jakarta lewat jalur independen. Bersama kelompok relawannya, yakni Teman Ahok, ia sudah mengumpulkan satu juta KTP sebagai bentuk syarat dukungan pasangan calon perseorangan.

    "Enggak ada partai juga enggak apa-apa dari awal, tahu enggak? Langsung independen gitu, lho. Eh, sekarang nambah tiga. Ya sudah. Mau empat, mau lima, yang penting komunikasi beres saja," ucap Ahok di Balai Kota, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Ahok mengaku bukanlah sosok yang tunduk kepada partai. Jadi ia tidak terlalu berambisi didukung banyak partai untuk memuluskan langkahnya merebut kursi Gubernur DKI. Namun, jika ada partai yang bermaksud memberi dukungan, ia akan menerimanya. "Saya sih orangnya oke-oke saja," ujarnya.

    Salah satu sikap yang Ahok lakukan sebagai bentuk bahwa ia tidak tunduk kepada partai adalah saat ia masih menjadi Bupati Belitung Timur. Saat itu usia jabatannya masih terbilang muda, yaitu 16 bulan. Namun Ahok justru melepas statusnya dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru dan jabatannya sebagai bupati serta bertolak ke Jakarta.

    "Enggak ada kan orang mau berani berhenti. Karena peraturan mesti berhenti, ya aku berhenti saja, karena ini untuk kepentingan yang lebih baik," tutur Ahok.

    Saat ini Ahok sudah bisa bernapas lega lantaran sudah mengantongi dukungan dari tiga partai dengan total 24 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Jumlah kursi ketiga partai sudah mencukupi untuk mengusung pasangan calon kepala daerah. Meski begitu, sampai saat ini, Ahok belum menentukan siapa calon wakil yang akan mendampinginya.

    LARISSA HUDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.