Risma Blusukan Tiap Pagi, Sarapannya di Mobil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat sahur bersama personil Polisi, TNI dan Satpol PP di Pasar Keputran,  7 Juni 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat sahur bersama personil Polisi, TNI dan Satpol PP di Pasar Keputran, 7 Juni 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ternyata memiliki kebiasaan blusukan setiap pagi ke beberapa kawasan di Kota Surabaya, terutama ke proyek-proyek yang sedang digarap Pemerintah Kota Surabaya.

    Hari ini Tempo lagi-lagi mengikuti Risma dari rumah pribadinya di Perumahan Pondok Indah Blok A 1A Wiyung, Surabaya. Risma keluar rumah sekitar pukul 04.30. Dengan senyuman khasnya, ia langsung menyapa belasan awak media yang sudah menunggu di depan rumahnya sejak pukul 04.00.

    Sambil bercanda, Risma mengatakan sudah biasa blusukan setiap hari. Bahkan ia memastikan pernah blusukan sejak pukul 04.15 dan rata-rata pukul 04.30. Karena itu, khusus untuk sarapan paginya, dia bawa bekal di mobilnya dengan menu seadanya. "Menunya terserah, yang penting ada sayurnya. Makannya ya di mobil sambil lihat-lihat," kata Risma sambil tersenyum, Kamis, 11 Agustus 2016. (Baca: Ini Untung Rugi Risma Maju Pilkada DKI)

    Risma menjelaskan, apabila di lapangan banyak masalah, dia tidak bisa makan, sehingga dia langsung turun dari mobilnya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga memastikan tidak pernah minum multivitamin untuk menunjang energinya. "Sebenarnya kalau mengkonsumsi makanan dengan konsep empat sehat lima sempurna sudah cukup," ujar Risma sambil menunjukkan bekalnya kepada wartawan.

    Setelah bercanda dengan wartawan, Risma berjalan ke depan pintu masuk perumahan sambil menunggu bus yang sudah disediakan Humas Pemerintah Kota Surabaya. Sebab, wartawan yang ingin mengikuti Risma blusukan itu sangat banyak. Tak lam kemudian, bus itu pun tiba, dan Risma langsung naik ke bus bersama belasan wartawan yang ingin mengikutinya blusukan. (Baca: Keluarga Berharap Risma Tidak Maju Pilkada DKI Jakarta)

    Di atas bus, Risma duduk di bangku paling depan sebelah kiri. Ia pun bisa melihat sepanjang jalan sambil memegang handy talkie (HT) di tangannya. Ketika melewati kawasan Puncak Permai, Risma melihat ada dahan pohon yang patah, sehingga dia langsung meminta anak buahnya memotongnya. "Tolong, itu dirapikan, ya, sekalian dipotong dadap merah itu," tutur Risma memberi perintah melalui HT.

    Beberapa perintah lain juga disampaikan Risma kepada anak buahnya, sehingga Risma terus bekerja walaupun berada di atas bus. Rombongan ini terus berkeliling ke beberapa proyek yang sedang dibangun Risma. (Baca: Akhirnya Risma Bicara Blakblakan Soal Pilkada DKI Jakarta)

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.