Pemukulan Guru di Makassar, Murid Mogok Belajar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pemukulan. tbo.com

    ilustrasi pemukulan. tbo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Makassar, Chaidir Madja, menyatakan guru dan siswa sekolah tersebut memilih mogok belajar untuk menyikapi insiden pemukulan guru oleh orang tua salah satu siswa. "Ini kondisi terpaksa, dan kami tidak bisa melarang itu," kata Chaidir kepada Tempo, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Seorang guru bernama Dasrul, 52 tahun, dipukul Adnan Achmad, 43 tahun, orang tua siswa berinisial MAS, Rabu, 10 Agustus 2016. Pemukulan itu dipicu tindakan guru yang diduga telah memukul MAS di ruang kelas.

    Chaidir berujar, semua guru dan siswa akan memberikan dukungan moril kepada Dasrul. Mereka akan mendatangi kantor Kepolisian Sektor Tamalate untuk mendesak agar proses hukum ditegakkan.

    "Inisiatif unjuk rasa ini murni dari siswa yang merasa simpati terhadap nasib guru," ucap Chaidir.

    Pantauan Tempo di SMK Negeri 2 Makassar, sekitar 700 siswa tengah siap-siap menuju kantor Polsek Tamalate. Mereka bersorak-sorak dan memberikan dukungan kepada Dasrul.

    "Beliau guru yang baik, sabar, dan tidak pernah marah," kata seorang siswa bernama Maulid Mahaputra.

    Chaidir menuturkan Dasrul adalah guru yang paling sabar di sekolah itu. Dia mengaku akan mendukung penuh guru tersebut karena menilai dia tidak bersalah.

    Chaidir juga mengimbau siswa tertib dalam menggelar unjuk rasa. "Polisi juga telah menyiapkan pengawalan untuk antisipasi hal-hal buruk."

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.