Kamis, 19 Juli 2018

Murid Dipukul, Guru Dianiaya Orang Tua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pemukulan. tbo.com

    ilustrasi pemukulan. tbo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Makassar, Dasrul, dianiaya orang tua murid. "Pelaku datang dan langsung menganiaya guru dari anaknya," kata Kepala Kepolisian Sektor Kota Tamalate Komisaris Azis Yunus, Rabu, 10 Agustus 2016.

    Insiden pemukulan berawal saat siswa sekolah itu MAS, 15 tahun, ditegur oleh Dasrul saat mengikuti pelajaran gambar teknik. Saat itu, MAS tak membawa alat gambar. "Saya lalu minta izin cari alat tapi tidak ada," kata MAS. MAS lalu kembali masuk ke ruangan tapi langsung dimarahi oleh gurunya. Saat itulah, Dasrul lalu memukul siswanya tepat di bagian muka. "Saya dipukul beberapa kali sampai terjatuh," ujar MAS.

    Akibat pemukulan gurunya, MAS mengalami luka memar di pipi kiri dan batang hidungnya. MAS lalu menghubungi ayahnya, Adnan Achmad, 43 tahun, dan menceritakan kejadian yang dialaminya di sekolah.

    Adnan yang mendapat kabar itu langsung menuju sekolah anaknya. Kebetulan di halaman sekolah sudah ada Dasrul yang langsung menemui Adnan. "Saya bertanya penyebab anak saya dipukul tapi dia malah membalas dengan perkataan yang tidak baik," kata Adnan.

    Adnan spontan melayangkan tinju ke muka Dasrul hingga mengenai hidungnya sampai berdarah. MAS juga turut mengeroyok gurunya itu. "Saya refleks saja memukul," ujar Adnan.

    Adnan mengaku kedatangannya ke sekolah itu hanya untuk mengetahui pemicu sehingga anaknya dipukul. Dia mengatakan menyerahkan seluruh proses kasus itu ke polisi. "Biarlah polisi yang menilai mana yang salah dan benar," ujarnya.

    Adapun Dasrul mengatakan memukul anak didiknya karena mengeluarkan kata-kata tidak baik saat diminta mengerjakan tugas. "Bahkan anak itu keluar-masuk ruangan tidak jelas mau belajar atau tidak," katanya.

    Dasrul mengatakan beberapa kali menegur MAS tapi tidak dihiraukan. "Malah dia juga mau ke kantin," ujarnya.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.