Posko Bongkar Aparat Kontras Terima 25 Pengaduan Narkoba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi solidaritas terhadap Koordinator Kontras Haris Azhar #MelawanGelap di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2016. Para pendemo memberi dukungan kepada Haris Azhar yang mengungkap testimoni bandar narkoba Freddy Budiman mengenai dugaan keterlibatan oknum-oknum TNI, Polri, dan BNN. TEMPO/Subekti

    Aksi solidaritas terhadap Koordinator Kontras Haris Azhar #MelawanGelap di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2016. Para pendemo memberi dukungan kepada Haris Azhar yang mengungkap testimoni bandar narkoba Freddy Budiman mengenai dugaan keterlibatan oknum-oknum TNI, Polri, dan BNN. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta – Anggota staf Divisi Advokasi Hak Ekonomi dan Sosial Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Tadzkiya Nurshafira, mengatakan, hingga hari ini, sudah ada 25 pengaduan masalah narkoba dari berbagai pihak kepada Kontras di Posko Bongkar Aparat. Posko pengaduan dibuka setelah koordinator Kontras, Haris Azhar, diperkarakan ke Badan Reserse Kriminal pada 4 Agustus 2016 atas dugaan pencemaran nama baik.

    Tadzkiya mengatakan pengaduan paling banyak berasal dari Jakarta. Pengaduan juga datang dari daerah lain, semisal Lampung, Medan, Poso, Nusa Tenggara Barat, dan Bogor. “Yang mengadu lebih banyak lewat e-mail,” ucapnya kepada Tempo di kantornya, Selasa, 9 Agustus 2016.

    Menurut Tadzkiya, sebagian besar pengaduan kasus narkoba datang dari keluarga korban dan saksi. Ia berujar, keluarga korban banyak yang mengadu ke Kontras karena merasa dikriminalisasi. Sedangkan saksi, tutur dia, melaporkan dari apa yang dilihat di lingkungannya. Saksi umumnya melapor bahwa di daerahnya terdapat bandar narkoba. Namun, belum genap satu hari ditangkap, bandar itu sudah dibebaskan aparat.

    Pengaduan kasus narkoba dari Jakarta umumnya berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Menurut dia, ada tiga pola yang sering ditemukan dari setiap pengaduan. “Penangkapan sewenang-wenang, pemerasan, dan dugaan penyuapan,” katanya.

    Kontras kini tengah memverifikasi setiap pengaduan yang masuk. Tadzkiya berujar, banyak pengaduan yang masih bersifat curhatan tanpa disertai data-data yang akurat dan bukti yang cukup. Ia pun menuturkan akan menindaklanjuti setiap pengaduan dengan menjamin kerahasiaan pelapor.

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.