Sekolah Sehari, Mendikbud: Baru Ide, Tidak Disetujui Tak Apa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berfoto bersama Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 28 Juli 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berfoto bersama Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 28 Juli 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.COJakarta - Suasana salah satu ruangan di Restoran Batik Kuring, SCBD Senayan, Jakarta, mendadak penuh sesak. Ruangan yang hanya seluas sekitar 15 meter persegi itu dipenuhi puluhan wartawan, baik cetak maupun elektronik. Siang ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Muhadjir Effendy, mengajak wartawan makan bersama dan bincang-bincang santai dengan menteri beserta jajarannya.

    Muhadjir menanggapi beberapa pertanyaan seputar isu pendidikan yang saat ini hangat, full day school. Ia mengatakan gagasan barunya itu masih dalam kajian panjang. “Saya bantu Presiden, program Presiden tertuang di Nawacita,” kata dia, membuka diskusi, di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016.

    Muhadjir menambahkan, dalam program Presiden itu, tertuang perintah pentingnya pendidikan karakter dari jenjang pendidikan dasar. Merespons kemauan Presiden, Muhadjir menggulirkan gagasan full day school. Gagasan yang belum tentu disetujui itu menuai polemik.

    Sebagian wartawan menanyakan ihwal pentingnya gagasan itu. Ada pula wartawan yang memburu pertanyaan seputar dampak ekonomi dan sosial terhadap masyarakat apabila full day school diterapkan. Diskusi berlangsung riuh dan sesak, wartawan berdesakan di dalam ruangan. Muhadjir beralasan bahwa full day school penting lantaran penanaman budi pekerti dan karakter tidak cukup hanya disisipkan pada jam mata pelajaran.

    Diskusi yang berlangsung singkat sekitar 30 menit itu tidak membuat wartawan puas. Muhadjir mengakhiri sesi tanya-jawab. Ia keluar menuju halaman depan restoran. Namun langkahnya tersendat oleh belasan wartawan yang masih ingin bertanya. Ia pun irit menjawab pertanyaan para wartawan.

    Sampai di depan restoran, Muhadjir tampak mencari posisi mobil dinasnya. Beberapa menit langkahnya tertahan oleh wartawan karena mobil dinas yang ia tumpangi tidak juga datang. Muhadjir melempar senyum kepada wartawan.

    Muhadjir menegaskan bahwa full day school masih sebatas ide. Ia enggan berkomentar banyak soal anggaran dari program baru tersebut. “Ya belumlah, ini masih ide, kalau tidak disetujui juga enggak apa-apa,” tuturnya sambil tersenyum.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.