Nekat, Komplotan Kurir Sabu Tabrak Aparat BNN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Semarang - Aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah membekuk kurir sabu bernama Fiqih, 25 tahun, di Solo. Menurut Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigadir Jenderal Tri Agus Heru Prasetyo, melihat Fiqih ditangkap, kawannya mencoba kabur dengan menabrak petugas dan pengguna jalan.

    “Saat petugas menangkap Fiqih, dua orang lainnya yang berada di dalam mobil, yaitu T dan L, melakukan perlawanan,” kata Tri Agus di kantornya, Selasa, 9 Agustus 2016.

    Dia berujar awalnya petugas BNN membuntuti mobil jenis Daihatsu Gran Max warna silver dengan nomor polisi AD-8619-OA yang berhenti di perempatan Jalan Gajahmada, Solo, Minggu, 7 Agustus 2016.

    Mobil yang dikemudikan T, kata Tri Agus, nekat menabrak mobil yang berada di depan dan belakang setelah petugas meringkus Fiqih. “Karena posisi mobil terjepit, kemudian mereka kabur dengan membabi buta, termasuk menabrak para pemotor dan petugas,” ujarnya.

    Tri Agus menuturkan komplotan kurir dan pengedar itu berencana transaksi dengan Fiqih yang baru turun dari Kereta Api Argo Dwi Pangga dari Gambir, Jakarta. Sebelum transaksi, Fiqih alias Bewok, warga Buaran KD Besar, Tangerang, berkeliling di Jalan Gajahmada menggunakan becak dari hotel, rumah makan, dan terakhir ke barbershop.

    "Becak ini menghampiri mobil Gran Max dan akan melakukan transaksi. Tim BNNP kemudian melakukan penangkapan terhadap F (Fiqih) alias Bewok," katanya.

    Akibat peristiwa itu beberapa kendaraan mengalami kerusakan. Anggota BNN yang tertabrak juga mengalami retak di kakinya. BNN menemukan sabu seberat sekitar 187 gram yang dibungkus dua plastik klip kemudian dimasukkan ke plastik kresek.

    Diperkirakan sabu berbentuk bulat itu kriteria golongan satu dan berasal dari Nigeria. Tri Agus mengimbuhkan biasanya peredaran sabu dimasukkan dalam kondom, ditelan, serta dimasukkan ke dubur.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.