Ahok Yakin Tidak akan Ditinggal Tiga Partai Pendukungnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah), perwakilan partai politik Nasdem, Hanura, dan Golkar, serta perwakilan dari Teman Ahok berfoto bersama saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. ANTARA/Reno Esnir

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah), perwakilan partai politik Nasdem, Hanura, dan Golkar, serta perwakilan dari Teman Ahok berfoto bersama saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yakin ketiga partai yang menyokongnya untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta tidak akan mencabut dukungan dan meninggalkannya. "Ya kan bisa kita lihat mereka dukung kan," ujar Basuki saat di Balai Kota pada Selasa, 9 Agustus 2016.

    Keyakinan itu karena selama ini para ketua umum di tiga partai penyokongnya itu memegang komitmen. Mulai dari Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Umum Hanura Wiranto. Karena itu Ahok tak ragu terhadap dukungan mereka.

    "Bang Surya Paloh, kenal udah lama, Pak Wiranto juga udah kenal lama dia bikin partai, Pak Setya Novanto juga bekas ketua fraksi saya," kata Ahok. Dia menilai ketiga orang itu sosok yang memegang komitmen. Sehingga dia dapat membedakan mana orang yang bisa berkomitmen dengan yang tidak.

    Ahok juga mengomentari pernyataan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Bambang DH bahwa dia terancam tak bisa ikut pilkada jika partai pendukung Ahok mencabut dukungan. Kata Ahok, memang selalu ada kemungkinan, partai pendukungnya mencabut dukungan dan berkhianat.

    Menurut dia, semua manusia juga memiliki ancaman. Tapi dia tidak memikirkan jika partai pendukungnya mengkhianati komitmen. "Aku tambah sehat dong, niatnya dari awal sudah benar," uca dia.

    Ahok mengaku tak pernah takut, jika mereka mencabut dukungan. Dia mengatakan selama ini memiliki niat jujur dan bersih untuk memimpin Jakarta. Dia tak masalah jika ketiga partai pendukungnya mendadak membelot.

    Dia juga menjelaskan, ketiga partai tersebut sejak awal telah mendukungnya. Bahkan saat pihaknya masih mengumpulkan KTP Teman Ahok, ketiga partai datang mendukung. Bahkan kata dia, ketiga partai itu ikut menunggu pengumpulan KTP hingga sejuta salinan.

    Sebelumnya, tujuh pemimpin partai politik di DKI Jakarta sepakat membentuk koalisi dengan nama “Koalisi Kekeluargaan” untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, yang akan digelar pada 2017. Ketujuh partai itu adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Demokrat.

    Pembentukan koalisi merupakan hasil pertemuan tujuh partai yang digelar di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 8 Agustus lalu. “Tak bicara orang per orang (cagub). Tapi berhasil memformulasikan kriteria calon seperti apa yang akan kami usung,” kata Bambang.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.