Warga Surabaya Gelar Aksi Tolak Risma ke Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.COSurabaya - Warga Surabaya, yang terdiri atas berbagai elemen, menggelar aksi damai dari depan gedung Balai Kota Surabaya hingga ke Balai Kota Surabaya, Selasa, 9 Agustus 2016. Massa aksi yang terdiri atas Aliansi Perempuan Jawa Timur, Relawan Lingkungan Surabaya, dan Pusura (Pemuda Surabaya) itu menagih janji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk tetap memimpin Kota Surabaya.

    Bahkan mereka juga meminta Risma segera mengeluarkan pernyataan menolak ke Jakarta. “Dalam waktu dekat, Bu Risma harus tegas mengeluarkan statement menolak ke Jakarta supaya warga Surabaya tetap kondusif,” kata Ketua Aliansi Perempuan Jawa Timur Aciek Lutfianah di sela aksinya.

    Massa akhirnya diterima Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan. Ia pun mendengarkan semua aspirasi yang disampaikan massa. Setelah mendengarkan aspirasi itu, Hendro menjelaskan bahwa sampai saat ini Risma masih terus bekerja dengan ikhlas di Surabaya.

    Karena itu, Hendro meminta warga Surabaya tidak khawatir terhadap isu pilkada DKI Jakarta. Ia meminta warga Surabaya terus mendukung Pemerintah Kota Surabaya untuk terus bekerja dengan baik. “Biarlah Bu Risma bekerja dengan baik di Surabaya, saya juga mohon dukungan warga untuk terus bekerja dengan baik dan ikhlas,” kata Hendro di hadapan massa.

    Menurut Hendro, semua dukungan dan aspirasi yang disampaikan massa aksi akan disampaikan kepada Risma. Bahkan berbagai aspirasi itu akan menjadi bahan masukan bagi Risma untuk terus bekerja dengan baik ke depan. “Sampai saat ini Bu Risma tetap fokus bekerja, sehingga ini menjadi bukti bahwa Bu Risma masih tetap di Surabaya,” ucapnya. Karena itu, warga Surabaya diminta tidak terombang-ambing dan tidak terprovokasi oleh isu-isu pilkada DKI Jakarta. Sebab, Surabaya saat ini sudah aman dan kondusif.

    Tanggapan dari Sekretaris Daerah Kota Surabaya itu mendapat respons positif dari koordinator aksi, Sabar. Bahkan ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya karena telah diterima dengan baik. “Sudah jelas disampaikan Pak Sekda bahwa hingga detik ini Bu Risma masih ingin tetap memimpin Kota Surabaya,” ujarnya.

    Karena itu, Sabar juga sepakat dengan imbauan Sekretaris Daerah bahwa warga Surabaya tidak boleh terprovokasi oleh isu-isu pilkada DKI Jakarta. Surabaya sudah tenang dan kondusif selama ini, sehingga dia meminta terus menjaga kondusivitas dan keamanan Kota Surabaya itu. “Hati-hati, jangan sampai ada yang terprovokasi. Kita harus tetap berada di belakang Bu Risma,” katanya. Akhirnya, massa aksi pun bubar setelah bersalaman dengan Sekretaris Daerah Kota Surabaya itu.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.