Ahok Minta Wacana Full Day School Dikaji Dulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Guru guru melakukan foto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai  apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara yang dihadiri oleh ratusan perwakilan sekolah dari wilayah Jakarta dan, Kepulauan Seribu. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah Guru guru melakukan foto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara yang dihadiri oleh ratusan perwakilan sekolah dari wilayah Jakarta dan, Kepulauan Seribu. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ikut menanggapi wacana penerapan sekolah sehari penuh (full day school) yang akan diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Ini dilempar wacananya kan mesti ada kajiannya," kata Basuki di Balai Kota pada Selasa, 9 Agustus 2016.

    Menurut Ahok, sebenarnya tidak ada masalah dengan pemberlakuan sistem full day school. Namun masih ada beberapa sekolah yang dalam satu gedung digunakan untuk dua sekolah, yaitu pagi dan sore.

    Ahok menyarankan Menteri Muhadjir Effendy mengkaji kembali rencana penerapan full day school karena antara satu sekolah dan sekolah lain tak bisa dibandingkan. "Saya dulu sekolah di kampung, enggak ada les, jam 12 sudah masuk hutan terus berenang, pulang," ujarnya.

    Ahok juga bakal memperdebatkan berbagai persoalan jika wacana itu benar diberlakukan. Termasuk apakah para siswa tersebut diberi makan atau tidak. Jika tidak, uang saku dari mana? Namun kalau bisa menyiapkan makanan, tak masalah bagi Ahok.

    Ahok pun berkisah tentang sekolah yang dikelola Yayasan Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta. Sekolah berasrama itu menurut Ahok telah menampung lebih dari 2.000 siswa. Konsepnya menampung anak-anak tak mampu bisa sekolah seharian sampai malam hari.

    "Bukan cuma sekolahnya kami urusin, tapi perilaku, termasuk rohani, dan makanan kami suplai," tutur Ahok. Intinya, konsep full day school memiliki niat baik dengan memperpanjang jam belajar untuk melatih anak-anak agar belajar hal-hal positif.

    Jika benar full day school diterapkan, Ahok mempertanyakan sekarang berapa sekolah yang siap dengan sistem demikian. Sebab, menurut dia, guru juga dituntut lebih kreatif. Agar proses belajar-mengajar tidak membosankan.

    Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy dalam kesempatan berbeda sempat menggagas sistem full day school untuk sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Menurut Muhadjir, kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan mengaji sampai dijemput orang tuanya seusai jam kerja. "Dengan sistem full day school ini, secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi 'liar' di luar sekolah ketika orang tua mereka belum pulang kerja," ucapnya.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.