Janji Risma Tetap Bertahan untuk Surabaya Ditagih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini. TEMPO/Fully Syafi

    Tri Rismaharini. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COSurabaya - Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jawa Timur, Selasa, 9 Agustus 2016, menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Mereka menagih janji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap memimpin Kota Surabaya hingga lima tahun ke depan.

    Massa aksi itu terdiri atas ibu-ibu rumah tangga dan pengusaha perempuan. Mereka membentangkan poster bertulisan "Bu Risma Milik Arek Suroboyo", “Relawan Lingkungan Surabaya Tak Rela Bu Risma ke Jakarta”, dan beberapa poster lain.

    Aksi ini juga diikuti kelompok Pemuda Surabaya (Pusura). Dari depan gedung DPRD Kota Surabaya, mereka bergerak menuju jalan di depan Balai Kota Surabaya, yakni Jalan Sedap Malam. Mereka berupaya bisa bertemu langsung dengan Risma.

    Dalam perjalanan menuju Balai Kota Surabaya, yang jaraknya berdekatan dengan gedung DPRD, mereka juga meneriakkan yel-yel "Bu Risma Siapa yang Punya?". Yel-yel itu disampaikan dalam bentuk lagu yang terus diulang hingga tiga kali. "Yang punya Surabaya". Begitu yel-yel lainnya.

    Ketua Aliansi Perempuan Jawa Timur Aciek Lutfianah mengatakan aksi ini digelar berdasarkan hati nurani warga Surabaya yang menginginkan terus dipimpin Risma. Bahkan ia memastikan semua warga Surabaya pasti tidak rela kalau Risma ke Jakarta. "Warga yang mendorong Bu Risma ke Jakarta itu bukan warga Surabaya. Catat itu," kata Aciek kepada wartawan di sela-sela aksinya.

    Menurut Aciek, alasan yang paling utama kelompoknya ngotot ingin Risma berada di Surabaya adalah Risma pernah berjanji kepada warga Surabaya untuk memimpin hingga lima tahun ke depan. Karena itu, warga Surabaya menagihnya saat ini. "Etika politik harus ditegakkan dan harga mati Bu Risma harus tetap di Surabaya," ujarnya.

    Aciek mengatakan, bila permintaan mereka tidak didengarkan, pihaknya akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar. Sebab, mereka tidak punya kepentingan apa pun, tidak dibayar, dan bebas dari partai politik. "Kami, warga Surabaya, resah atas isu Bu Risma akan dibawa ke Jakarta," ucapnya.

    Aciek menjelaskan, biarlah DKI Jakarta diurus warga Jakarta. Sedangkan Surabaya harus tetap dipimpin Risma. Massa aksi ini juga berjanji akan mengawal kepemimpinan Risma hingga lima tahun ke depan dan tidak boleh ke Jakarta. "Untuk pilkada DKI Jakarta, kami tidak mau. Tapi, kalau maju mencalonkan diri sebagai presiden, kami siap mendukung."

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.