Meski Ada Pelabuhan, Konsumsi Ikan di Probolinggo Rendah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arsik, makanan khas kawasan Tapanuli dengan bahan utama ikan mas. TEMPO/Nurdiansah

    Arsik, makanan khas kawasan Tapanuli dengan bahan utama ikan mas. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Probolinggo - Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya menggenjot angka konsumsi ikan per kapita per tahun dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya dengan menggalakkan kampanye gemar makan ikan.

    Saat ini, angka konsumsi ikan berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Probolinggo adalah sekitar 33,15 kilogram per kapita per tahun. Angka ini masih di atas rata-rata angka Jawa Timur, yakni 31 kilogram per kapita per tahun. Namun masih agak jauh di bawah rata-rata nasional, yakni 38 kilogram per kapita per tahun pada 2015.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Probolinggo, Yudha Sunantya, mengatakan pihaknya menargetkan kenaikan nilai konsumsi sebesar 2 persen per tahun. Dengan demikian, Yudha mengatakan, pada akhir Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016, besaran konsumsi ikan per kapita di sana seharusnya lebih dari 40 kilogram per tahun. "Targetnya begitu," kata Yudha, Senin, 8 Agustus 2016.

    Yudha mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Probolinggo. "Salah satunya melalui kampanye gemar makan ikan," kata dia.

    Data DKP Kota Probolinggo menyebutkan adanya peningkatan angka konsumsi ikan sepanjang tiga tahun terakhir terhitung sejak 2013. Data DKP Kota Probolinggo menyebutkan, pada 2013, angka konsumsi ikan 28,04 kilogram per kapita per tahun. Angka itu meningkat menjadi 31,25 kilogram per kapita per tahun pada 2014. Kemudian meningkat lagi menjadi 33,15 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan produksi perikanan pada 2015 sekitar 15.478,717 ton.

    Yudha mengatakan salah satu sasaran kampanye adalah ibu-ibu tim penggerak Kabupaten dari tingkat kelurahan hingga tingkat Pemerintah Kota Probolinggo. Kampanye gemar makan ikan yang digelar pada Senin, 8 Agustus 2016, diikuti oleh sekitar 200 ibu-ibu tim penggerak PKK. Diharapkan ada getok tular kemudian dari kampanye itu untuk disampaikan kepada masyarakat Kota Probolinggo.

    "Diharapkan setiap hari selalu ada menu ikan untuk keluarga," kata dia. Kampanye gemar makan ikan itu diharapkan bisa memberikan alternatif selain daging merah atau daging ayam.

    Yudha mengatakan mengkonsumsi ikan lebih tinggi manfaatnya daripada daging merah atau daging ayam. Di Kota Probolinggo, terdapat Pelabuhan Tanjung Tembaga serta pelabuhan ikan. Terdapat juga tempat pelelangan ikan serta pasar ikan higienis.

    DAVID PRIYASIDHARTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.