Adik Ahok Mundur di Pilkada Bangka Belitung, Kenapa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Belitung Timur, Basuri Tjahaja Purnama, saat pengambilan gambar talkshow 'Untukmu Indonesiaku' produksi TV TEMPO di Gedung Penta, Jakarta, 28 Mei 2014. TEMPO/Denny Sugiharto

    Bupati Belitung Timur, Basuri Tjahaja Purnama, saat pengambilan gambar talkshow 'Untukmu Indonesiaku' produksi TV TEMPO di Gedung Penta, Jakarta, 28 Mei 2014. TEMPO/Denny Sugiharto

    TEMPO.COPangkalpinang - Mantan Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama memilih mundur dari keikutsertaannya dalam pemilihan Gubernur Bangka Belitung pada 15 Februari 2017. Basuri, yang rencananya maju di jalur independen berpasangan dengan Muhammad Syabil Gararah, hingga batas waktu pendaftaran calon perseorangan, 7 Agustus 2016, tidak juga mendaftarkan diri.

    "Ada persyaratan yang belum lengkap sehingga saya batal maju di jalur independen," ujar Basuri kepada Tempo, Senin, 8 Agustus 2016.

    Basuri menuturkan dukungan KTP sebenarnya sudah cukup. Dia mengaku sudah memperoleh 110 ribu KTP dari syarat minimal 93 ribu KTP. "Namun subcopy KTP tersebut belum selesai hingga batas waktu pendaftaran berakhir," tuturnya.

    Adik kandung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu mengaku sudah memutuskan tidak ikut serta dalam pilkada Bangka Belitung meski ada tawaran dari calon lain yang meminta dia menjadi pendamping. Dia memilih mundur ketimbang harus menjadi wakil gubernur. "Kalau jadi orang nomor dua buat apa? Mending saya tidak ikut," ucapnya.

    Basuri berpendapat, apabila menjadi wakil, dia tidak bisa bekerja maksimal. "Saya hanya mau menjadi gubernur karena ada banyak persoalan krusial yang tidak bisa dilakukan orang lain," katanya.

    Menurut dia, jika terpilih menjadi gubernur, hal yang akan dilakukannya adalah menerapkan sistem e-budgeting dalam anggaran pemerintah daerah dan menetapkan wilayah tambang timah rakyat. Dia berpendapat sistem e-budgeting penting karena bisa memantau dan menghemat anggaran.

    "Saya satu-satunya orang yang ketika menjadi bupati berhasil menerapkan program Rp 1 miliar untuk setiap desa," tuturnya. Basuri menyatakan wilayah tambang timah rakyat adalah penting dan hal itu bisa diterapkan di Belitung Timur. "Kalau daerah lain belum. Itu bergantung pada kepala daerahnya, mau atau tidak menunjuk wilayah tambang rakyat."

    Ketua Komisi Pemilihan Umum Bangka Belitung Fahrurrozi mengatakan pintu masuk keikutsertaan calon perseorangan di pilkada Bangka Belitung sudah tertutup karena batas waktu pendaftaran sudah berakhir. Saat ini pihaknya akan melaksanakan tahapan pilkada selanjutnya. "Kami sudah menunggu sampai waktu terakhir. Tapi tidak ada yang mendaftarkan diri."

    Menurut dia, pendaftaran calon perseorangan ini sudah dibuka sejak 6 Agustus hingga 8 Agustus 2016. "Kami pikir ada yang mendaftar karena ada beberapa tim sukses yang sempat menanyakan berbagai informasi ke KPU," katanya.

    Tahapan selanjutnya adalah untuk jalur partai politik yang pendaftarannya akan dibuka pada 21 September-23 September 2016. Fahrurrozi mengatakan pihaknya masih melakukan pemutakhiran data pemilih dan bimbingan teknis seputar pilkada Bangka Belitung. 

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.