BJ Habibie Resmikan Gedung Baru Rumah Sakit Ginjal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ke 3 BJ Habibie meresmikan RS Khusus Ginjal NY RA Habibie di Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 2016. Rumah sakit khusus tipe C dengan pelayanan hemodialisis ini diharapkan mampu mengoperasikan 100 mesin untuk melayani 600 pasien penderita gangguan ginjal. TEMPO/Prima Mulia

    Presiden RI ke 3 BJ Habibie meresmikan RS Khusus Ginjal NY RA Habibie di Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 2016. Rumah sakit khusus tipe C dengan pelayanan hemodialisis ini diharapkan mampu mengoperasikan 100 mesin untuk melayani 600 pasien penderita gangguan ginjal. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung -Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meresmikan gedung baru Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) Ny. R.A. Habibie di Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung, Senin, 8 Agustus 2016. "Harapan saya agar benar-benar membantu sumber daya manusia Indonesia agar kesehatannya oke sehingga benar-benar bisa bekerja produktif, menjadi unggul, menyumbangkan karya nyata untuk pembangunan bangsanya," kata Habibie saat ditemui seusai peresmian rumah sakit itu.

    Rumah sakit yang dinamai nama ibu kandung BJ Habibie ini sebenarnya sudah berdiri sejak 1988. Selain pelayanan gangguan ginjal termasuk cuci darah, rumah sakit ini juga membuka pendidikan dan pelatihan bersertifikat untuk perawatan dalam menangani pasien gangguan ginjal.

    Habibie mengetahui layanan cuci darah untuk pasien gangguan ginjal sangat mahal. Untuk itu, sesuai permintaan dari ibunya, Habibie menjamin RSKG Ny RA Habibie akan memprioritaskan pasien miskin yang membutuhkan pelayanan cuci darah.

    Jika pasien tidak mampu membiayai perawatan, bisa mendapat layanan cuma-cuma, sebagimana pesan Ny RA. Habibie kepada adik kandung Habibie. “Kalau memang tidak punya apa-apa dan memang harus diperiksa, tidak ada masalah."

    Habibie menuturkan, RSKG Ny. R.A Habibie dipastikan mampu melayani pasien miskin yang memang membutuhkan pelayanan cuci darah selama hidupnya. Selain mesin cuci darah yang dimiliki cukup banyak dan modern, rumah sakit ini bahkan mampu untuk memproduksi sendiri cairan dialisat (cairan khusus untuk cuci darah) yang harganya cukup mahal di pasaran.
    "Yang mahal bukan mesin, tapi cairannya. Mereka sudah menguasai teknologi untuk membuat cairan sendiri," jelasnya.

    Habibie meminta RSKG Ny. R.A Habibie membantu kabupaten atau kota yang membutuhkan bantuan mesin cuci darah. "Saya mengimbau untuk membantu beberapa kabupaten yang secara statistik banyak menderita itu (gagal ginjal).”  RSKG akan memberikan mesin dan cairannya secara cuma-cuma, tapi tidak diantar. Rumah sakit itu juga bersedia mendidik tenaga medis dan paramedis.

    Direktur Utama RSKG Ny. R.A Habibie Qania Mufliani mengatakan bahwa gedung baru itu bakal difungsikan sebagai rawat inap, ruang bedah, laboratorium dan pendidikan khusus untuk dokter umum dan penyakit dalam. "Gedung lama kami fungsikan khusus untuk cuci darah saja."

    Untuk pelayanan cuci darah gratis, lanjut Qania, warga miskin cukup menunjukkan kartu BPJS. Namun jika belum dijamin asuransi itu, warga miskin bisa meminta rekomendasi khusus dari Dinas Kesehatan pemerintah daerah masing-masing.

    Rumah sakit ini memiliki 350 pasien rutin. “Dalam satu hari kami bisa melakukan 100 sampai 120 kali tindakan," kata Qania.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyambut baik peningkatan fasilitas RSKG Ny. R.A Habibie. Menurut Wali Kota, rumah sakit ini akan melengkapi rumah sakit spesialis di Bandung. Selain rumah sakit khusus untuk pasien ginjal, Bandung juga akan memiliki pusat riset kanker yang mendapat hibah dari Amerika Serikat. “Rumah sakit spesialis akan menjadi visi peningkatan pelayanan kesehatan di Bandung."

    Meski demikian, Ridwan Kamil berharap pelayanan kesehatan tidak hanya diperbanyak tapi kualitas hidup masyarakat juga harus ditingkatkan dan diperbaiki. "Saya ingin mengingatkan warga agar gaya hidupnya jauh dari hal yang membuat penyakit ginjal ini hadir.”

    Wali Kota mengatakan bukan hanya fasilitas atau infrastruktur yang perlu ditambah, tapi kualitas orang harus diperbaiki agar hidup sehat. Hal yang dilakukan di antaranya adalah program Senin tanpa nasi untuk mengurangi risiko diabetes. “Diukur hidupnya, jangan segala dimakan.”


    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.