Kloter Pertama Embarkasi Makassar Mulai Masuk ke Asrama Haji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kakbah/Masjidil Haram/Ibadah Haji. AP

    Ilustrasi Kakbah/Masjidil Haram/Ibadah Haji. AP

    TEMPO.COMakassar - Sebanyak 451 calon anggota jemaah haji embarkasi Makassar kelompok terbang (kloter) pertama mulai masuk asrama haji Sudiang. Mereka berasal dari Kota Makassar dan Kabupaten Soppeng.

    “Pemberangkatan kloter pertama akan dilakukan pada Selasa, 9 Agustus 2016,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan Abdul Wahid Tahir, Senin, 8 Agustus 2016.

    Wahid menjelaskan, secara bertahap, setiap kloter akan menginap di asrama haji satu malam sebelum diberangkatkan ke Jeddah. Stamina setiap calon jemaah haji harus disiapkan sebelum menjalani penerbangan yang panjang. Mereka juga mesti mempertahankan kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. “Saat ini suhu di Tanah Suci bisa mencapai 40 derajat. Perbanyak minum air putih dan memanfaatkan istirahat yang cukup," ujarnya.

    Menurut Wahid, tahun ini, jumlah calon jemaah haji Sulawesi Selatan yang akan berangkat ke Tanah Suci mencapai 5.777 orang. Selain dari Sulawesi Selatan, embarkasi Makassar juga akan melayani calon jemaah haji asal Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji yang akan melewati embarkasi Makassar sebanyak 11.972 orang.

    Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, yang melepas 202 calon anggota jemaah haji dari daerahnya, meminta agar mereka fokus menjalankan ibadah. Tiga orang lagi baru diberangkatkan pada kloter terakhir karena menggantikan jemaah yang sakit.

    Kaswadi juga meminta para calon jemaah haji segera melapor kepada pemimpin kloter bila menghadapi berbagai kendala selama menjalankan rangkaian ibadah haji. "Jangan cuma perbanyak belanja," ucapnya.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.