BNN Ingin Undang Haris Azhar, Pengacaranya: Untuk Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah), usai memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris kini berstatus sebagai terlapor, setelah BNN, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, dan organisasi keturunan veteran TNI Pemuda Panca Marga melaporkannya ke Bareskrim Polri. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah), usai memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris kini berstatus sebagai terlapor, setelah BNN, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, dan organisasi keturunan veteran TNI Pemuda Panca Marga melaporkannya ke Bareskrim Polri. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim pengacara Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar, Luhut Pangaribuan, mengatakan hingga saat ini belum ada undangan dari Badan Narkotika Nasional. Setelah melaporkan Haris ke Badan Reserse Kriminal Polri, menurut Luhut, agak aneh BNN ingin bertemu.

    "Kalau sudah dilaporkan, terus minta ketemu lagi, agak aneh ya. Untuk apa?" kata Luhut, saat dihubungi Tempo, Ahad, 7 Agustus 2016.

    Baca: Haris Azhar: Saya Siap Dikriminalkan

    Sebelumnya, juru bicara BNN, Komisaris Besar Slamet Pribadi, berujar akan mengundang Haris pada Senin besok secara formal. Pertemuan tersebut akan mengulik data lebih mendalam terkait dengan testimoni terpidana mati narkoba Freddy Budiman.

    Ia berharap Haris dapat membantu BNN untuk mengungkap mafia narkoba di institusinya. "Syukur-syukur kalau ada data nama-nama yang dimaksud," ujar Slamet.

    Menurut Luhut, Haris sebenarnya berencana bertemu dengan BNN pada Kamis depan. Namun, karena BNN, Tentara Nasional Indonesia, dan Polri telah melaporkannya ke Bareskrim pad Selasa pekan lalu, maka pertemuan dibatalkan. "Kalau ada undangan lagi, kami akan lihat dan pertimbangkan dulu," ujarnya.

    Baca: Haris Azhar Ingin Serahkan Informasi Lebih Detail ke Jokowi

    Tiga institusi itu melaporkan Haris ke Bareskrim dengan tuduhan melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang dan Transaksi Elektronik. Haris dianggap mencemarkan nama baik institusi dan menyebarkan fitnah.

    Pelaporan itu dilakukan setelah Haris Azhar mengunggah testimoni Freddy Budiman ke akun Facebook-nya beberapa jam sebelum eksekusi dilakukan, pada 28 Juli 2016. Dalam testimoni itu, Freddy menyebutkan adanya keterlibatan anggota Polri, TNI, dan BNN dalam bisnis narkoba.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca Juga:
    Risma Jadi Tantang Ahok? Masinton: Belanda Masih Jauh
    Saat Putri Presiden Obama Jadi Pelayan di Restoran Seafood


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.