Disebut Ber-IQ Rendah, Yusril Pertanyakan Survei Hamdi Muluk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra melakukan silaturahmi dengan mantan aktivis Malari, di Jakarta, 11 April 2016. Yusril Ihza Mahendra juga berjanji akan menjadikan Jakarta menjadi kota yang mengedepankan kepentingan rakyat.TEMPO/Imam Sukamto

    Calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra melakukan silaturahmi dengan mantan aktivis Malari, di Jakarta, 11 April 2016. Yusril Ihza Mahendra juga berjanji akan menjadikan Jakarta menjadi kota yang mengedepankan kepentingan rakyat.TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) Hamdi Muluk belum lama ini merilis sebuah survei berisi rekomendasi para pakar dunia akademis soal tokoh-tokoh yang dinilai layak menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dalam survei yang mencantumkan beberapa nama tersebut, bakal calon Gubernur DKI, Yusril Ihza Mahendra, ditempatkan di level paling bawah.

    Yusril mengatakan survei Hamdi Muluk adalah kebohongan ilmiah. Pernyataan Yusril tersebut serupa dengan yang disampaikan Syahganda Nainggolan. Pernyataan Syahganda telah tersebar luas di media sosial dengan judul "Jakarta dan Pelacur Intelektual, Kritik atas Survei ‘Menakar Kandidat DKI 1’".

    "Hamdi Muluk menyimpulkan bahwa tingkat intelektualitas saya paling rendah di antara semua bakal calon gubernur berdasarkan pendapat para pakar yang tak pernah mendiagnosis intelektualitas, baik bakal calon gubernur yang lain maupun saya secara langsung," kata Yusril melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 6 Agustus 2016.

    Yusril mempertanyakan pertanggungjawaban akademis survei Hamdi Muluk yang mengatasnamakan LPP UI. Menurut Yusril, data dari pendapat para pakar itu kemudian dikumpulkan Hamdi, disimpulkan dan diurut satu demi satu dari yang tertinggi sampai yang terendah.

    Yusril menilai penelitian Hamdi Muluk hanyalah survei opini para responden yang ditanyai dan bukan merupakan riset di bidang psikologi. "Di mana pertanggungjawaban akademis Hamdi," ujar Yusril.

    Yusril menyarankan Hamdi membuka arsip Fakultas Psikologi UI, yang melakukan tes terhadapnya saat masih menjadi mahasiswa UI pada 1976. Yusril yakin hasil tes itu merekam IQ-nya. "Kalau mau tanya berapa IQ saya, buka saja dokumennya di Fakultas Psikologi UI."

    INGE KLARA SAFITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.