Jumat, 16 November 2018

Ini Profil Terduga Teroris yang Ingin Serang Singapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ahmad Subaidi

    ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Terduga teroris bernama Gigih Rahmat Dewa disebut sebagai pemimpin kelompok radikal Kitabah Gonggong Rebus. Dia bersama lima kawannya ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI dan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau di sejumlah lokasi yang berbeda di Batam, Kepulauan Riau.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan terduga teroris ini ditangkap pada Jumat, 5 Agustus 2016. Mereka menamakan kelompoknya seperti nama masakan laut di Batam.

    Agus berujar, kelompok ini masih ada hubungannya dengan jaringan Santoso dan Bahrun Naim. "Yang bersangkutan bersama BN (Bahrun Naim) pernah merencanakan melakukan serangan teror ke negara tetangga kita, yaitu Singapura," ucap Agus di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Agustus 2016. Agus menjelaskan, Gigih dan Bahrun ingin menyerang menggunakan roket dari Batam ke Singapura.

    Gigih juga disebut merencanakan teror di beberapa tempat atas perintah Bahrun, di antaranya merencanakan bom bunuh diri di tempat keramaian dan kantor-kantor kepolisian. "Dia juga mengembangkan sel-sel teroris, baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara," ujar Agus.

    Gigih diduga pernah menampung dua anggota kelompok jaringan teroris yang berasal dari Uighur, yakni Doni dan Ali. Doni dideportasi ke negaranya, sedangkan Ali ditangkap di Bekasi pada akhir 2015. "Dia termasuk dari tiga orang yang ditangkap saat itu," tutur Agus. Salah satunya adalah Abu Mus'ab.

    Peran Gigih lain adalah menjadi fasilitator untuk orang yang ingin bergabung dengan kelompok radikal di Suriah melalui Turki. Informasi ini, kata Agus, masih terus digali penyidik.

    Tak hanya itu, polisi juga menduga Gigih sebagai penerima dan penyalur dana untuk kegiatan radikalisme di Indonesia. "Khususnya (dana) yang berasal dari BN yang ada di Suriah," ucap Agus.

    Agus menjelaskan, Densus 88 masih memeriksa keenam terduga teroris. Siang tadi, polisi juga menggelar olah tempat kejadian perkara. "Mudah-mudahan langkah dan upaya ini mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Agus.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga